Aye-aye (Daubentonia madagascariensis) adalah hewan endemik PulauMadagaskar yang menjadi primatanoktural terbesar di dunia.[3] Pada awalnya, penampilan aye-aye yang tidak biasa (unik) membuatnya diklasifikasikan sebagai hewan pengerat dibandingkan hewan primata.[3] Hewan ini memiliki jari yang tipis dan panjang serta memiliki jari tengah yang lebih panjang untuk mencari dan mengambil larva dari rongga kayu.[3] Tubuh aye-aye berwarna coklat gelap atau hitam dan memiliki ekor lebat yang ukurannya lebih besar dari tubuh mereka.[4] Mereka juga memiliki mata yang besar dan telinga yang sensitif.[4]
Aye-aye menghabiskan hidup mereka di pepohonan hutan hujan dan menghindari turun ke tanah.[4] Mereka aktif di malam hari (noktural), dan menghabiskan hari mereka dengan meringkuk di sarang berbentuk bola yang terbuat dari daun dan ranting pohon.[4] Ketika bertengger di ketinggian, aye-aye mengendap-endap di pepohonan untuk mendengarkan larva yang bergerak di bawah kulit pohon.[4] Selain mengambil larva untuk dimakan, jari tengah aye-aye yang panjang juga berguna untuk menyendoki daging (isi) kelapa dan buah-buahan lain yang juga menjadi makanannya.[4]
Sebagian besar masyarakat Madagaskar menganggap aye-aye sebagai hewan yang membawa pertanda nasib buruk.[4] Dengan alasan ini, masyarakat kemudian sering membunuh aye-aye yang mereka lihat.[4] Perburuan tersebut menjadikan kerusakan habitat aye-aye dan membuatnya terancam punah.[4] Hingga saat ini spesies aye-aye menjadi salah satu hewan yang dilindungi oleh hukum.[4]