Nama Dalle Khursani secara harfiah diterjemahkan sebagai ‘cabai bulat’ dalam bahasa Nepal, sesuai dengan atribut fisiknya. Di Nepal, cabai ini juga disebut Akabare Khursani (artinya raja cabai) atau Jyaanamara Khursani (artinya cabai pembunuh).[1][3]
Dalle Khursani adalah satu-satunya varietas cabai poliploidi yang diketahui.[5] Tanaman ini termasuk dalam famili Solanaceae dan genus Capsicum. Tanaman ini tumbuh hingga ketinggian 100-130 cm di ladang terbuka dan 150-180 cm di kondisi rumah kaca.[6]
Buah
Cabai ini kaya akan vitamin A, vitamin E, dan kalium, serta rendah natrium. Seratus gram dalle khursani segar mengandung 240 mg vitamin C (lima kali lebih tinggi dari jeruk), 11.000 IU vitamin A, dan 0,7 mg vitamin E.[6] Tingkat kepedasannya berkisar antara 100.000 hingga 350.000 SHU (satuan panas Scoville), setara dengan cabai Habanero.[2][4]
Dalle Khursani dan Tama (rebung fermentasi) achaar, sejenis acar populer asal Nepal
Metode penyajian
Cabai utuh: sebagai lalapan yang dimakan bersama Dal bhat.[2]
Irisan: digunakan dalam berbagai kari sayur dan daging.
Pada tahun 2019, Sikkim memproduksi sekitar 250 ton dalle khursani. Sekitar 60 persen produksi cabai di negara bagian tersebut dikonsumsi secara lokal; sebagian besar sisanya dijual di Benggala Utara dan India Timur Laut. Badan usaha milik negara Sikkim Supreme membeli 50 ton cabai tersebut pada tahun itu untuk diolah menjadi acar dan pasta.[6]
Indikasi Geografis
Pada tahun 2020, departemen Promosi Industri dan Perdagangan Internal India memberikan label Indikasi Geografis (GI) untuk cabai tersebut kepada negara bagian Sikkim berdasarkan permohonan yang diajukan oleh North Eastern Regional Agricultural Marketing Corporation.[6][7] Pada bulan September 2021, label GI diperluas ke distrik tetangga, yaitu Darjeeling dan Kalimpong, tempat cabai tersebut telah dibudidayakan selama berabad-abad.[8]
↑Jha, Timir Baran; Bhowmick, Biplab Kumar (Juli 2021). "Conservation of floral, fruit and chromosomal diversity: a review on diploid and polyploid Capsicum annuum complex in India". Molecular Biology Reports. 48 (7): 5587–5605. doi:10.1007/s11033-021-06355-4. PMID34235618.