Sistem Light Rail Transit (LRT) di Singapura merupakan jaringan transportasi berpemandu otomatis yang melayani kawasan permukiman di berbagai wilayah. Semua stasiun LRT mempunyai fasilitas difabel. Sistem ini dimiliki oleh Land Transport Authority (LTA) dan terdiri atas tiga jalur, yaitu Jalur LRT Bukit Panjang (BPLRT), Jalur LRT Sengkang (SKLRT), dan Jalur LRT Punggol (PGLRT).
BPLRT dioperasikan oleh SMRT Trains dan melayani wilayah Bukit Panjang serta Choa Chu Kang, sementara SKLRT dan PGLRT dioperasikan oleh SBS Transit, yang masing-masing melayani kawasan Sengkang dan Punggol.
Dengan total panjang 26,5 kilometer (16,5 mil), jaringan LRT berfungsi sebagai layanan pengumpan bagi sistem Mass Rapid Transit (MRT) di Singapura. Pada tahun 2023, sistem LRT mencatat rata-rata sekitar 202.000 penumpang per hari.
Perencanaan dan pembangunan
Rencana pembangunan sistem LRT pertama kali dikonseptualisasikan pada tahun 1991, dengan mempertimbangkan kemungkinan jumlah penduduk Singapura yang akan mencapai empat juta jiwa.
Pada tahun 1994, Menteri Komunikasi Mah Bow Tan mengumumkan bahwa sebuah jalur LRT akan dibangun di Bukit Panjang. Pada Agustus 1996, Perdana Menteri Goh Chok Tong mengumumkan bahwa sebagai bagian dari konsep perumahan Punggol 21, yaitu rencana pembangunan kawasan Punggol yang dimaksudkan untuk menjadi “model bagi kota-kota baru di abad ke-21”, sebuah jalur LRT akan dibangun di Punggol.
Sebulan kemudian, Goh juga mengumumkan bahwa sebagai bagian dari pengembangan kawasan Sengkang, sebuah jalur LRT juga akan dibangun di wilayah tersebut.
Pembukaan jalur
Jalur LRT Bukit Panjang (BPLRT) mulai beroperasi pada 6 November 1999 dengan 14 stasiun.
Jalur timur (east loop) dari Sengkang LRT (SKLRT) dibuka pada 18 Januari 2003, sedangkan jalur timur Punggol LRT (PGLRT) dibuka pada 29 Januari 2005, kecuali Stasiun Oasis dan Stasiun Damai yang masing-masing dibuka kemudian pada 15 Juni 2007 dan 20 Juni 2011.
Jalur barat (west loop) untuk Sengkang diresmikan pada 29 Januari 2005, dengan Stasiun Farmway, Cheng Lim, dan Kupang yang dibuka bertahap pada 15 November 2007, 1 Januari 2013, dan 27 Juni 2015.
Untuk jalur barat PGLRT, pengoperasian dimulai pada 29 Juni 2014 dengan Stasiun Nibong, Sumang, dan Soo Teck. Sementara Stasiun Sam Kee, Punggol Point, dan Samudera dibuka masing-masing pada 29 Februari 2016, 29 Desember 2016, dan 31 Maret 2017.
Stasiun Ten Mile Junction di jalur BPLRT ditutup pada 13 Januari 2019 karena rendahnya jumlah penumpang. Stasiun Teck Lee di jalur barat PGLRT kemudian dibuka pada 15 Agustus 2024.
Jaringan dan operasional
Per Juli 2025, terdapat 42 stasiun LRT yang beroperasi di Singapura. Seluruhnya merupakan stasiun layang (elevated)dan telah dilengkapi dengan akses bagi pengguna kursi roda.
Setiap stasiun telah dipasangi pagar pengaman peron tetap (fixed platform barriers) untuk meningkatkan keselamatan penumpang dan mencegah terjatuh ke rel.
Jumlah stasiun per jalur adalah sebagai berikut:
BPLRT: 13 stasiun
SKLRT: 14 stasiun
PGLRT: 15 stasiun
Jalur Bukit Panjang berawal dari Choa Chu Kang dan bergerak ke arah timur menuju Stasiun Bukit Panjang, kemudian berputar antara Stasiun Petir dan Stasiun Senja di kedua arah sebelum kembali ke Choa Chu Kang.
Sebelumnya terdapat layanan cabang menuju Ten Mile Junction melalui Bukit Panjang dan Senja sebelum stasiun tersebut ditutup pada 2019.
Sementara itu, jaringan Sengkang–Punggol LRT (SPLRT) terdiri atas dua loop di masing-masing wilayah terminal, yaitu jalur timur dan jalur barat.
SKLRT memiliki 8 stasiun di jalur barat dan 5 stasiun di jalur timur, dengan Stasiun Sengkang sebagai terminal utama untuk keduanya.
PGLRT memiliki 7 stasiun di jalur barat dan 7 stasiun di jalur timur, dengan Stasiun Punggol sebagai terminal utama.
Layanan kereta di semua loop beroperasi dua arah.
Stasiun pertukaran
Terdapat empat stasiun LRT yang berfungsi sebagai stasiun pertukaran (interchange) dengan sistem MRT, yaitu:
Choa Chu Kang, terhubung dengan Jalur North–South,
Bukit Panjang, terhubung dengan Jalur Downtown,
Sengkang dan Punggol, terhubung dengan Jalur North East.
Keempat stasiun ini juga merupakan satu-satunya yang terhubung langsung dengan terminal bus.
Selain itu, terdapat tiga stasiun yang direncanakan menjadi stasiun pertukaran dengan jalur MRT yang sedang dibangun, yakni:
12Station codes with a dash between them represent a tap-out transfer.[1]
12This column refers to the date the station opened. It does not include dates for future lines, renovations, or platform additions, which can be found in the articles for the individual stations.
↑"Farmway Stop on Sengkang LRT Now Open". The Straits Times. 16 November 2007. hlm.61. Diakses tanggal 21 July 2025– via NewspaperSG. After a delay of 2½ years, the Farmway station on the Sengkang West Light Rapid Transit (LRT) line opened for passenger service yesterday. It did not open earlier as there were too few residents in the area to cater to. The station is being opened now to serve residents who want to get to the nearby Anchorvale Community Club, which opens next week.
↑"System Map"(PDF) (dalam bahasa Inggris, Tionghoa, Tamil, and Melayu). Land Transport Authority. 28 March 2016. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 28 March 2016. Diakses tanggal 28 March 2016.