Nama penunjuk spesiesagamensis mengacu kepada Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tempat ditemukannya spesies ini.[1]
Pengenalan
Deskripsi asli yang dibuat Bleeker cukup ringkas:
"(Cecak dengan) tiga perisai dagu yang besar dan dua lagi yang sangat kecil; yang besar di sebelah muka bentuk segi lima (pentagonal), sementara dua selebihnya segi empat membengkok, bersisian. Punggung dengan 8 pita melintang, yang masing-masing terbentuk oleh deretan empat noktah hitam memanjang yang hampir saling bersinggungan. Ubun-ubun dengan pola hitam tak beraturan. Ekor dengan cincin-cincin lebar hitam dan putih."[1]:328
Menurut Rösler dkk., deskripsi itu terlalu singkat dan kurang spesifik, tidak memuat ciri-ciri yang dapat membedakannya dari C. marmoratus. Karenanya, Boulenger (1887) berpendapat bahwa G. agamensis bersinonim dengan G. marmoratus.[2]:207
Akan tetapi Rösler dkk. beranggapan bahwa C. agamensis cukup berbeda dari C. marmoratus, dan merupakan spesies tersendiri. Perbedaan-perbedaan itu di antaranya: panjang SVL (snout-vent length, moncong hingga anus) yang lebih rendah (yakni, 49,7 mm vs 45,0-82,0mm—termasuk 2 spesimen juvenil C. marmoratus); adanya sebagian sisik yang membesar pada lengan atas; bintil-bintil yang berbentuk mengerucut di punggung; bintil-bintil pada lipatan samping tubuh (lateral); deretan sisik-sisik perut (ventral) yang jauh lebih banyak (67 deret vs 38-47 [41,17 ± 3,43] deret); dan adanya satu buah sisik yang besar di tengah lekuk preanal (di depan anus).[2]:207
123Bleeker, P. (1860). "Reptilien van Agam". Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch Indie, Batavia, 20: 325-9.
12Rösler, H., S.J. Richards, & R. Günther. (2007). "Bemerkungen zur Morphologie und Taxonomie der östlich der Wallacea vorkommenden Geckos der Gattung Cyrtodactylus GRAY, 1827, mit Beschreibungen von zwei neuen Arten (Reptilia: Sauria: Gekkonidae)". Salamandra43(4): 193-230.
Boulenger, G.A. (1887). "Notes on some reptiles from Sumatra described by Bleeker in 1860". Annals and Magazine of Natural History, Ser. 5. Vol. 20: 152.