Curug Cipalasari berada di kaki Gunung Burangrang dan dapat diakses melalui jalur pendakian Legokhaji.[1] Pengunjung harus berjalan kaki sejauh 1,5km dari basecamp Legokhaji untuk mencapai air terjun ini, melewati jalan setapak berbatu dan beberapa titik peristirahatan. Jalur menuju lokasi cukup menantang dengan medan yang sedikit curam dan berlumut, terutama saat musim hujan, sehingga disarankan untuk berhati-hati dan menggunakan alas kaki yang sesuai. Kendaraan roda dua lebih dianjurkan karena akses jalannya yang sempit dan berbatu.
Fasilitas
Fasilitas di sekitar Curug Cipalasari masih terbatas karena curug ini belum terlalu dikembangkan sebagai objek wisata komersial. Beberapa fasilitas yang tersedia meliputi area parkir dan warung kecil yang menjual makanan dan minuman ringan. Terdapat juga area camping di sekitar curug bagi pengunjung yang ingin bermalam dan menikmati suasana alam yang tenang. Untuk memasuki area ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang, dan parkir motor dikenakan biaya Rp 10.000.[2][3]
Daya Tarik
Tampilan atas Curug Cipalasari
Daya tarik utama Curug Cipalasari adalah keindahan alamnya yang masih jarang terjamah wisatawan, menjadikannya tempat yang ideal bagi pecinta alam yang mencari ketenangan. Air terjunnya meskipun tidak memiliki debit air yang besar, tetapi jernih dan bersih, mengalir di antara pepohonan lebat yang memberikan kesan eksklusif dan tenang. Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung juga dapat merasakan kesegaran udara khas pegunungan serta melihat aktivitas masyarakat lokal yang sering terlihat mencari kayu bakar di sekitar area tersebut.