Masalah anggaran dan operasional
Karena ada masalah dengan B-36 pada fase awal pengetesan, pengembangan, dan operasional, beberapa kritik memandang pesawat ini sebagai sebuah "blunder triliun-dolar".[1] Pesawat ini dikritik keras oleh para laksamana dari Angkatan Laut Amerika Serikat yang memandang pesawat ini sebagai kesalahan besar yang mahal karena Angkatan Udara Amerika Serikat menghisap pendanaan Kongres Amerika Serikat terhadap dirgantara angkatan laut dan kapal induk secara umum. Angkatan Laut berpegang teguh pada keunggulan kapal induk di Pasifik selama Perang Dunia II, dengan asumsi pesawat berbasis kapal induk akan menjadi penentu dalam perang di masa depan. Untuk tujuan ini, Angkatan Laut merancang USS United States, sebuah "kapal induk super" yang mampu meluncurkan armada besar pesawat taktis atau pembom nuklir. Kemudian, mereka mendorong agar pendanaan dialihkan dari B-36 ke USS United States. Angkatan Udara berhasil mempertahankan proyek B-36, dan proyek United States dibatalkan oleh Menteri Pertahanan Louis A. Johnson sebagai langkah penghematan biaya, meskipun ditentang oleh Sekretaris Angkatan Laut John L. Sullivan dan pimpinan senior Angkatan Laut. Sullivan mengundurkan diri sebagai bentuk protes dan digantikan sebagai Sekretaris Angkatan Laut oleh Francis P. Matthews, yang memiliki pengetahuan terbatas tentang masalah pertahanan, tetapi merupakan teman dekat Johnson. Beberapa pejabat tinggi Angkatan Laut mempertanyakan keputusan pemerintah untuk membatalkan proyek United States guna mendanai B-36, dengan alasan adanya konflik kepentingan karena Johnson pernah menjabat di dewan direksi Convair. Keributan setelah pembatalan proyek United States pada tahun 1949 dijuluki "Pemberontakan Para Laksamana", di mana Matthews memecat dan memaksa pensiun Kepala Operasi Angkatan Laut (CNO) yang menjabat, Laksamana Louis E. Denfeld, setelah kesaksian Denfeld di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR.[2]
Kegaduhan di Kongres dan media atas pemecatan Laksamana Denfeld, serta penggunaan signifikan kapal induk dalam Perang Korea, mengakibatkan pemerintahan Truman kemudian memecat Johnson dan Matthews, dan memperoleh kapal induk super kelas Forrestal, yang ukurannya mirip dengan kapal induk United States, tetapi dirancang untuk penggunaan multiperan dengan sayap udara yang terdiri dari pesawat tempur, serang, pengintaian, perang elektronik, peringatan dini, dan pesawat anti-kapal selam. Secara bersamaan, pesawat pembom berawak berat untuk SAC juga dianggap penting untuk pertahanan nasional dan kedua sistem tersebut tidak akan pernah lagi bersaing untuk mendapatkan pendanaan.[2][3]