Film ini menceritakan keseharian seorang kakek bernama Tjipto Setiyono (85) yang merupakan seorang pelukis sepatbor becak, sekaligus pembuat mainan kitiran atau kincir angin dari kayu. Di usia yang tidak muda lagi, ia hidup mandiri di sebuah kamar kost berukuran 3x3 yang menjadi saksi bisu lahirnya karya-karya buatan tangan Tjipto yang berjuang sendiri demi mencakupi kebutuhan hidup.[1]