Daun Cichorium intybus dimanfaatkan sebagai sayuran daun atau lalapan. Daunnya memiliki rasa yang pahit yang unik sehingga digunakan di berbagai masakan Spanyol, Turki, dan Yunani.[6] Rasa pahit ini dapat berkurang ketika dimasak dengan cara ditumis dan dipanggang.
Akar
Akar dari tanaman ini digunakan sebagia pengganti kopi. Akar yang telah dipanen digaringkan hingga kering, lalu digiling hingga menjadi bubuk, lalu diseduh. Berbagai lokasi pembuatan bir menggunakan keunikan rasa dari akar tanaman ini sebagai campuran stout dan bir.
Pada tahun 1970an mulai diketahui bahwa akar sikorai mengandung inulin yang kemudian diekstrak untuk menjadi pengganti gula.[7] Kekuatan rasa manisnya hanya 1/10 dari sukrosa sehingga pemanfaatannya tidak banyak selain pada industri yoghurt. Inulin juga termasuk serat pangan yang dapat larut air.[8] Akar sikorai kering dapat mengandung hingga 68 persen inulin.[9]
↑Madrigal L. Sangronis E. "Inulin and derivates as key ingredients in functional foods. [Review]" [Spanish] Archivos Latinoamericanos de Nutricion. 57(4):387-96, 2007 Dec.