Chenopodium nuttalliae adalah spesies tumbuhan yang juga dikenal dengan nama umum huauzontle (secara harfiah berarti 'amaranth berambut', dari bahasa Nahuatlhuauhtli 'amaranth' dan tzontli 'rambut') dan brokoli Aztek.[a] Tumbuhan ini berkerabat dengan tanaman lain yang umum dikonsumsi seperti quinoa, amaranth, dan epazote, serta gulma Amerika yang umum seperti goosefoot dan lambsquarters.
Tanaman ini berasal dari Meksiko dan memiliki sejumlah kegunaan kuliner.
Deskripsi
Tanaman ini tumbuh dengan cabang tegak yang memiliki batang berdaun hijau dengan rona kemerahan. Batang huauzontle secara sepintas menyerupai brokoli muda, meskipun batangnya jauh lebih tipis dan memiliki lebih sedikit daun.
Huazontle memiliki genom poliploid, mirip dengan quinoa. Pada tahun 2024, para peneliti memublikasikan genom dari aksesi huazontle dari Puebla, Meksiko.[1]
Distribusi dan habitat
Spesies ini asli dari Meksiko. Seperti amaranth, tanaman ini sangat tahan terhadap iklim dingin dan kering, serta tumbuh bahkan di tanah yang kurang subur.
Kegunaan
Sebagaimana anggota keluarga goosefoot lainnya, daun, cabang, bunga (perbungaan), dan biji huauzontle semuanya dapat dimakan. Tanaman ini digunakan sebagai herba sekaligus sayuran dalam masakan Meksiko. Meskipun dimakan di seluruh Meksiko, tanaman ini paling sering dikonsumsi di wilayah tengah negara tersebut, terutama di negara bagian Tlaxcala, Meksiko, Guerrero, Morelos, dan di bagian selatan Kota Meksiko. Dengan kandungan nutrisi yang tinggi, tanaman ini berfungsi sebagai alternatif biji-bijian di daerah yang kesulitan menanam jenis sereal lainnya.[butuh rujukan]
Salah satu hidangan populer adalah panekuk huauzontle yang diisi dengan keju dan diberi saus tomat. Alternatif lain, huazontle dapat dibalut dengan adonan telur dan digoreng bersama potongan keju Meksiko yang asin. Huauzontle digunakan untuk membumbui salad, ahuautles dalam saus pasilla, dan filet daging sapi. Biji yang sudah matang juga dapat digiling menjadi tepung untuk membuat tortilla.
Seperti quinoa, tanaman lain dalam genus Chenopodium, huauzontle mengandung saponin, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit. Meskipun saponin beracun bagi manusia, huauzontle mengandung jumlah yang sangat kecil sehingga tidak menimbulkan risiko. Selain itu, saponin sulit diserap oleh tubuh manusia dan sebagian besar menjadi tidak aktif saat dimasak.
Dalam budaya
Selama masa pemerintahan Moctezuma, huauzontle dan amaranth merupakan tanaman terpenting keempat, setelah jagung, kacang-kacangan, dan chia. Banyak kota membayar upeti kepada kekaisaran Aztek dalam bentuk huauzontle.[2][3]
Referensi
Catatan kaki
↑Variasi nama lainnya termasuk huauhzontle, huazontle, huanzontle, dan guausoncle.