Nama umum lemur kerdil ini dinamai bedasarkan naturalis sekaligus misionaris Inggris James Sibree (1836–1929).
Pada 2010, sebuah kelompok riset mengonfirmasi penemuan satu-satunya populasi sintas lemur kerdil sibree yang tersisa beberapa tahun sebelumnya. Spsies ini sebelumnya telah lama diyakini telah punah, setelah kerusakan tercatat pertama habitat hutan mereka. Kelompok riset ini juga mengonfirmasi bahwa lemur kerdil ini adalah spesies khasnya sendiri.[6]
Lemur kerdil sibree menghabiskan masa musim dingin dengan berhibernasi10 hingga 40cm (3,9 hingga 15,7in) di bawah tanah dalam galian-galian kecil. Hal ini mempertahankan suhu tubuh mereka pada suhu sekitar 15°C (59°F), dan kemungkinan juga menyediakan perlindungan dari predator.[7]