Kumbang tanduk panjang (Cerambycidae) adalah suatu famili dalam ordokumbang (Coleoptera), khususnya dalam subordoPolyphaga. Kumbang jenis ini memiliki antena yang biasanya lebih panjang dari tubuhnya sendiri.[2] Namun, beberapa anggota famili ini memiliki antena yang relatif pendek, seperti spesies Neandra brunnea, spesies semacam ini sulit dibedakan dari suku kumbang lain seperti Chrysomelidae. Famili ini merupakan famili yang besar dan terdiri atas lebih dari 35.000 spesies yang telah dideskripsikan, dengan lebih dari separuhnya hidup di bumi belahan timur. Spesies endemik ini paling banyak terdapat di kawasan Australasia, Ethiopia, Madagaskar, dan Neotropis.[3] Beberapa spesies dalam famili ini merupakan hama. Larva spesies ini mengebor ke dalam kayu dan dapat menyebabkan kerusakan pada pohon atau kayu yang belum diolah. Beberapa spesies terlihat berwarna mencolok, mirip seperti semut, lebah, dan tawon, meskipun mayoritas spesies dari suku ini berwarna samar.[4]
Deskripsi
Cerambycidae memiliki panjang tubuh yang berkisar antara 2,5mm (Cyrtinus sp.) hingga lebih dari 17cm (Titanus giganteus) dengan beragam bentuk, warna, dan ornamen. Dinamai tanduk panjang (longhorn) karena ada antena panjang di tubuhnya, terutama pada jantan. Antena panjang dan tubuh yang memanjang umumnya digunakan sebagai identifikasi karakteristik spesies kumbang ini.[4] Cerambycidae adalah salah satu famili kumbang yang memiliki banyak spesies, beragam, dan penting secara ekologis dan ekonomis. Namun, sebagian besar kumbang tanduk panjang kini terancam punah karena hilangnya dan berubahnya habitat alami mereka.[3]
Berdasarkan estimasi ternaru, terdapat 35.000 spesies yang masuk ke dalam famili Cerambycidae dan terbagi dalam hampir 4.000 genus secara global. Kumbang ini hanya memakan tanaman (fitofagus) dan memiliki hubungan erat dengan tanaman inangnya, sehingga bisa memberikan data penting dan bukti evolusi untuk kajian ekologi dan zoogeografi.[3][4] Cerambycidae memainkan peran ekologi penting, terutama di hutan, di mana mereka memakan tumbuhan (fitofagus), memiliki hubungan erat dengan tanaman inangnya, dan menghasilkan detritus dari jaringan tumbuhan mati. Selain itu, mereka juga membantu penyerbukan berbagai spesies tanaman herba, perdu, dan pohon. Kumbang ini juga menjadi mangsa bagi sebagian hewan vertebrata, seperti burung, reptil, amfibi, dan mamalia.[3]
Klasifikasi
Seperti famili besar lainnya, beberapa pihak cenderung mengelompokkan famili ini ke banyak subfamili yang berbeda, atau terkadang memisahkan beberapa subfamili menjadi famili tersendiri (seperti Disteniidae, Oxypeltidae, dan Vesperidae),[5] sehingga terdapat beberapa kontroversi mengenai dasar-dasar pengelompokan Cerambycidae.[6]
↑Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Patrice Bouchard, Yves Bousquet, Anthony E. Davies, Miguel A. Alonso-Zarazaga, John F. Lawrence, Chris H. C. Lyal, Alfred F. Newton, Chris A. M. Reid, Michael Schmitt, S. Adam Ślipiński, Andrew B. T. Smith (2010). "Family-group names in Coleoptera (Insecta)". ZooKeys. 88: 1–972. doi:10.3897/zookeys.88.807. PMC3088472. PMID21594053. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-21. Diakses tanggal 2013-12-30.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cerambycidae.