Cengkong adalah sebuah desa agraris yang terletak di KecamatanParengan, Tuban, ProvinsiJawa Timur, Indonesia. Dikenal sebagai wilayah persawahan yang subur di tepi aliran Kali Kening, kehidupan masyarakat Desa Cengkong sangat lekat dengan ritme alam dan tradisi agraris yang diwariskan secara turun-temurun.
Geografi dan Aksesibilitas
Secara geografis, Desa Cengkong memiliki topografi dataran rendah dengan lanskap yang didominasi oleh hamparan persawahan. Terdapat perbedaan data mengenai luas wilayah desa; BPS mencatat luasnya 2,53km²,[1] sementara data resmi desa menyebutkan luas 1,64km² (164,13 Ha).[2] Kehidupan desa sangat dipengaruhi oleh keberadaan Kali Kening, sungai yang menjadi sumber irigasi vital sekaligus sumber potensi banjir saat musim hujan.[4][5]
Desa Cengkong beriklim tropis dengan dua musim, yaitu kemarau dan penghujan, yang sangat memengaruhi pola tanam pertanian. Secara administratif, desa ini terbagi menjadi dua dusun, yaitu Dusun Cengkong dan Dusun Nggunungrejo.[2]
Aksesibilitas
Pusat desa berjarak sekitar 5km dari ibu kota Kecamatan Parengan, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit. Sementara itu, jarak ke ibu kota Kabupaten Tuban adalah sekitar 60km dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan darat.
Menurut cerita tutur yang diwariskan secara turun-temurun dan dilestarikan di situs resmi desa, nama "Cengkong" berasal dari kondisi geografisnya. Wilayah desa ini memiliki kontur tanah yang lebih rendah atau cekung dibandingkan daerah sekitarnya, terutama karena berada di dekat aliran sungai. Istilah "cekung" inilah yang lambat laun berubah pelafalannya menjadi Cengkong.[6]
Sejarah desa juga tidak lepas dari peran tokoh-tokoh pendiri (babat alas), salah satunya adalah Buyut Lanjar, yang namanya kini diabadikan sebagai nama jalan utama di mana balai desa berlokasi.[6]
Perkembangan Wilayah
Sebagai bagian dari wilayah Kabupaten Tuban yang memiliki sejarah panjang sejak era Kerajaan Majapahit hingga masa penyebaran Islam oleh Walisongo, Cengkong telah lama menjadi pemukiman agraris. Pengaruh Islam sangat kuat membentuk struktur sosial dan budaya masyarakat. Setelah kemerdekaan Indonesia, Desa Cengkong secara resmi menjadi salah satu desa definitif di bawah administrasi Kecamatan Parengan dan terus berkembang mengikuti program pembangunan nasional.
Pemerintahan dan Kemasyarakatan
Pemerintahan desa dijalankan oleh seorang Kepala Desa beserta jajaran perangkatnya. Pusat administrasi dan pelayanan berlokasi di Balai Desa Cengkong, Jalan Buyut Lanjar No. 05.[7]
Pemerintah Desa Cengkong aktif terlibat dalam program dari Pemerintah Kabupaten Tuban, seperti inisiatif pengelolaan lingkungan melalui Tempat Sampah Berbasis (TSB).[8] Organisasi kemasyarakatan seperti Tim Penggerak PKK juga aktif di desa ini.[9] Semangat gotong royong juga masih kental dalam kegiatan sehari-hari, terbukti dengan adanya 3 unit pos kamling yang dikelola secara swadaya.
Visi dan Misi
Berdasarkan dokumen resmi desa, berikut adalah visi dan misi yang diusung oleh Pemerintah Desa Cengkong:[10]Visi
“Mengabdi sepenuh hati, Bekerja sekuat tenaga, membangun desa di dalam indahnya perbedaan, Kita Maju Kita Hebat Cengkong Bersinar.”
Misi
Mewujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mewujudkan tata kelola Pemerintahan Desa yang Baik (Good Village Government), Bersih (Clean Village Government), dan Pintar (Smart Village Government).
Melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.
Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Mendukung keberlangsungan perekonomian desa di berbagai bidang serta menumbuhkembangkan usaha kecil dan menengah.
Meningkatkan keamanan, ketertiban, serta penghormatan terhadap supremasi hukum.
Mendorong kerukunan antarwarga di tengah perbedaan.
Meningkatkan hasil pertanian melalui penataan irigasi, perbaikan jalan usaha tani, dan penerapan pola tanam yang baik.
Menata pelayanan masyarakat secara terpadu dan profesional.
Membangun dan mendorong kemajuan sektor pendidikan formal maupun informal.
Mengoptimalkan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan, baik pada tahap produksi maupun pengelolaan hasilnya.
Demografi
Terdapat perbedaan data jumlah penduduk antara sumber resmi. Data BPS per 2023 mencatat populasi sebanyak 1.562 jiwa.[1] Sementara itu, data monografi desa mencatat jumlah penduduk mencapai 3.415 jiwa yang tergabung dalam 555 Kepala Keluarga (KK).[3]
Perekonomian Desa Cengkong bertumpu pada sektor agraris. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, buruh tani, atau pedagang hasil bumi.
Pertanian
Lahan pertanian umumnya diolah untuk menanam padi sebagai komoditas utama, serta tanaman palawija seperti jagung, singkong, dan sayur-mayur. Para petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari flukasi harga gabah, serangan hama seperti wereng dan tikus, hingga ancaman banjir dari luapan Kali Kening yang dapat menyebabkan gagal panen.
Peternakan dan Perikanan
Di luar bertani, sebagian masyarakat membudidayakan ternak sebagai tambahan penghasilan, meliputi sapi, kambing, dan ayam. Beberapa warga juga mengusahakan perikanan darat skala kecil.
Pendidikan dan Fasilitas Umum
Pendidikan
Fasilitas pendidikan yang tersedia di Desa Cengkong mencakup:
Pendidikan Anak Usia Dini: KB Al-Hikmah Cengkong.[11]