Catopsis berteroniana adalah tanaman epifit dari famili Bromeliaceae yang diduga bersifat karnivora, mirip dengan Brocchinia reducta, meskipun bukti mengenai hal ini masih belum meyakinkan. Sebaran alaminya mencakup wilayah dari Florida selatan hingga Brasil selatan. Tanaman ini biasanya tumbuh di ranting pohon yang terkena cahaya langsung, dan eksperimen menunjukkan bahwa tangkinya mampu menjebak lebih banyak serangga dibandingkan bromeliadae lain dengan ukuran serupa. Meskipun terdapat beberapa spesies lain dalam genus Catopsis, tidak ada yang diketahui bersifat karnivora.[1][2][3]
Deskripsi
Catopsis berteroniana adalah tanaman epifit dengan daun memanjang yang tegak dan saling tumpang tindih, membentuk struktur tabung tangki khas bromeliadae. Air hujan terkumpul di dalam tabung ini, membentuk genangan yang disebut phytotelmata, yaitu media berair yang kaya nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman. Media ini bersifat sedikit asam hingga mendekati netral, dengan pH sekitar 6,8 menurut pengukuran ganggang yang hidup di bromeliadae. Tanaman ini memiliki kelenjar helaian lekat pada epidermis yang berfungsi menyerap nutrisi. Berbeda dengan spesies karnivora lain seperti Cephalotus follicularis yang mengeluarkan enzim untuk memecah detritus dan menjebak mangsa, C. berteroniana tidak memproduksi enzim dan memproses bahan organik dengan cara lain. Salah satu ciri khas daun C. berteroniana adalah adanya bubuk putih yang dilepaskan, bersifat sangat licin dan memantulkan sinar ultraviolet.[4][5][6]
Persebaran
Catopsis berteroniana ditemukan di wilayah neotropis, mulai dari Florida selatan hingga Brasil selatan. Tanaman ini tumbuh di atas kanopi pohon yang menerima paparan sinar matahari tinggi. Menurut Fish (1976), karena lokasi C. berteroniana di puncak kanopi, spesies ini menghindari persaingan langsung dengan spesies lain, sebab tidak bergantung pada nutrisi dari tanah atau kanopi pohon. Di Taman Nasional Everglades, Florida selatan, tanaman ini biasanya ditemukan di puncak bakau merah atau di area dengan naungan terbatas. Salah satu faktor yang membatasi persebarannya pada wilayah neotropis adalah kebutuhan akan phytotelmata yang hanya terbentuk di lingkungan lembap, karena tanaman tidak memiliki energi yang cukup untuk menutupi penguapan berlebihan di iklim kering.[2][6][3]
↑Frank, J. H., & Lounibos, L. P. (2009). Insects and allies associated with bromeliads: A review. NIH Public Access Author Manuscript, 1(2), 125-153.
↑Krol, E., Plachno, B., Adamec, L., Stolarz, M., Dziubinska, H., & Trebacz, K. (2011). Quite a few reasons for calling carnivores 'the most wonderful plants in the world'. Annals of Botany, (109), 47-64.
12Adlassnig, W., Peroutka, M., & Lendl, T. (2010). Traps of carnivorous pitcher plants as a habitat: Composition of the fluid, biodiversity and mutualistic activities. Annals of Botany, (107), 181-194.