Canarium odontophyllum, yang juga disebut sebagai zaitun Kalimantan,[2] adalah pohon buah-buahan dari genus Canarium dalam famili Burseraceae.[3] Tumbuhan ini asli Kalimantan, di mana ia dikenal secara lokal sebagai dabai di Sarawak dan kembayau di Sabah dan Brunei. Buahnya merupakan hidangan musiman yang populer di Sarawak, yang membuat buah ini memiliki festival khusus - Pesta Dabai - yang diadakan setiap tahun sejak 2018 di Song, Sarawak.[4][5]
Deskripsi
Pohon ini tumbuh hingga mencapai tinggi 40 sampai 50 meter. Kulit luar buahnya berwarna hitam mengilap, sementara daging buahnya berwarna kuning dengan biji yang memanjang. Berada dalam genus yang sama dengan kacang pili (Canarium ovatum), bijinya juga dapat dimakan dan rasanya mirip dengan almond atau pistachio.[6]
Budidaya
Pohon ini bersifat dioesius – bibitnya bisa berupa pohon jantan atau hermafrodit. Budidaya yang berhasil dapat dicapai melalui metode okulasi atau penyambungan.[4] Bapak Harry Munjan, mantan asisten senior petugas Departemen Pertanian, adalah orang pertama yang berhasil membudidayakan pohon ini melalui metode okulasi pada tahun 2000-an. Ia juga memperkenalkan klon baru, ‘Laja’ dan ‘Lulong’, di perkebunannya sendiri di Sri Aman, Sarawak.[4]
Kegunaan
Kuliner
Buah Canarium odontophyllum secara bahasa sehari-hari dikenal sebagai "zaitun Sarawak" dan dapat dimakan mentah atau setelah direndam air panas, serta disantap dengan gula, garam, atau kecap saat disajikan. Di Sarawak, buah ini telah menjadi bahan tambahan dalam resep saus dan nasi goreng. Selain dimakan dalam bentuk aslinya, buah ini dapat dibuat menjadi pasta, dan juga dapat dikeringkan serta digiling menjadi bentuk bubuk untuk digunakan dalam makanan dan minuman. Dalam komersialisasi, buah ini dapat dimasukkan ke dalam piza, hidangan penutup, jus, bahkan mayones.[4]
↑Lim T. K., Edible Medicinal and Non-Medicinal Plants: Volume 1, Fruits, Springer Science & Business, p. 629; Hoe, V.B. and Siong, K.H., "The Nutritional Value of Indigenous Fruits and Vegetables in Sarawak,"Asia-Pacific Journal of Clinical Nutrition, Vol. 8, no. 1, 1998, pp 24-31