Lokasi Camp Leakey awalnya merupakan lokasi penelitian bagi seorang mahasiswa yang berasal dari Universitas Columbia, Los Angeles yaitu Birute MF. Galdikas. Penelitian yang dilakukan oleh Birute MF. Galdikas didukung oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.[butuh rujukan]
Pada 1984, Birute MF. Galdikas berminat meneliti perilaku harian dari primata besar yang endemik Kalimantan. Selain itu, Ia mengupayakan penyelamatan orangutan dari habitat aslinya yang pada saat itu sedang marak pembakaran hutan serta penebangan liar. Upayanya dilakukan secara formal dengan mendirikan pusat rehabilitasi primata bernama Camp Leakey di Taman Nasional Tanjung Puting. Nama Leakey pada nama Camp Leakey merupakan nama dosen pembimbing penelitian Birute MF. Galdikas yaitu Louis Leakey. Luas lahan yang ditempati untuk pendirian Camp Leakey adalah 45.907 ha.[butuh rujukan]
Pengelolaan
Pengelolaan Camp Leakey dilakukan Balai Taman Nasional Tanjung Puting dan Orangutan Foundation Internasional yang bersama-sama merehabilitasi dan pemantauan terhadap perilaku orang utan hasil sitaan warga agar dapat kembali hidup liar di habitat aslinya. Orang utan yang direhabilitasi dalam Camp Leakey rutin diberi makanan harian. Kegiatan pemberian makanan untuk orang utan menjadi salah satu atraksi wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Camp Leaky.[1]