Lokomotif ini menggunakan mesin diesel Caterpillar jenis 3512B HD, yang merupakan bagian dari mesin seri Caterpillar 3500 dengan konfigurasi V-12 dan mesin langkah panjang (kode B). Diameter silinder dan langkah silinder masing-masing sebesar 170 milimeter (6,7in) dan 215 milimeter (8,5in) (dengan perbandingan kompresi 15,5:1) dengan transmisi hidraulik Voith Turbo Transmission L620reU2. Sistem pengeremannya mengandalkan produk dari Westinghouse Air Brake Technologies (Wabtec), sementara master controller-nya buatan Woojin dari Korea Selatan. Lokomotif ini juga dilengkapi dengan generator set (genset) Caterpillar CAT C18, sehingga tidak memerlukan kereta pembangkit saat menarik rangkaian kereta penumpang.
Agus Purnomo, Direktur Utama PT INKA, menyebutkan bahwa lokomotif ini cukup andal karena tahan terhadap banjir. Ia menjelaskan bahwa proyek CC300 merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, sehingga beban biaya pengembangannya juga ditanggung oleh PT INKA. Proyek pengembangan lokomotif "buatan Indonesia" ini telah menghabiskan dana sebesar 30 miliar rupiah dari Pemerintah Indonesia, di mana PT INKA juga turut menanggung sebagian biayanya. Keunggulan lokomotif ini adalah kemampuannya untuk tetap beroperasi meskipun ketinggian air banjir mencapai 1 meter (1yd 0ft 3in).
Pengembangan lokomotif CC300 telah dilakukan sejak 2009 dan tidak menutup kemungkinan jika lokomotif ini akan segera diekspor ke seluruh dunia, terutama bagi negara dengan lintas perkeretaapian yang rawan terhadap banjir.[3] Lokomotif CC300 diluncurkan pada tanggal 20 Mei2013 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.[4]
Alokasi
Saat ini sudah ada lima unit lokomotif CC300 (CC 300 12 01, CC 300 12 02, CC 300 12 03, CC 300 14 01, CC 300 14 02) yang dibuat oleh PT INKA dan semuanya selesai dirakit serta diujicobakan. Direncanakan lokomotif ini akan ditempatkan di beberapa depo lokomotif yang ada di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Lampung.
Depo induk/negara pengimpor
Lokomotif
Ngrombo (NBO)
CC 300 12 01, CC 300 12 02
Cipinang (CPN)
CC 300 12 03
Medan (MDN)
CC 300 14 01
Tanjung Karang (TNK)
CC 300 14 02
Tutuban (TU) (Filipina, PNR sebagai PNR seri 9000)
CC 300 20 01 (9001)
Naga (NG) (Filipina, PNR sebagai PNR seri 9000)
CC 300 20 02 (9002), CC 300 20 03 (9003)
Keterangan:
Semua nomor lokomotif di atas sejak diproduksi penomorannya sudah berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 tahun 2010.
Lokomotif CC300 12 01 disimpan di gudang PT INKA Madiun dan hanya digunakan untuk Lokomotif Dinas Kereta Api Pejabat jika stok CC206 habis. Lokomotif CC300 12 01 pun dipindahkan ke Depo Kereta Milik Kemenhub RI di Ngrombo
Lokomotif CC300 yang dialokasikan di Medan (CC 300 14 01) digunakan oleh Ditjen Perkeretaapiaan cq Balai Teknik Perkeretaapian Medan Kemenhub untuk mendukung pembangunan rel Trans Sumatra.[5]
Lokomotif CC300 yang dialokasikan di Tanjungkarang (CC 300 14 02) digunakan oleh Ditjen Perkeretaapiaan cq Balai Teknik Perkeretaapian Palembang Kemenhub untuk mendukung pembangunan rel Trans Sumatra.
Lokomotif CC300 yang dialokasikan di Cipinang (CC 300 12 02) lebih tepatnya disimpan di Stasiun Sukabumi untuk berdinas sebagai Pangrango Tambahan namun Lokomotif CC 300 12 02 pun dipindahkan ke Depo Kereta milik Kemenhub RI di Ngrombo sedangkan Lokomotif CC 300 12 03 ini tetap di Depo Lokomotif Cipinang dan hanya digunakan untuk sebagai cadangan/untuk latihan khusus calon masinis.
Lokomotif CC300 yang dialokasikan di Filipina (Nomor seri Indonesia: CC 300 20 01, CC 300 20 02, CC 300 20 03) digunakan oleh Kereta Api Nasional Filipina untuk pengoperasian kereta komuter di sana dan dioperasikan sebagai PNR dengan seri 9000 (Nomor seri Filipina: 9001, 9002, 9003).