Lokomotif, lok, atau loko adalah bakal pelanting transportasi rel yang menggerakkan kereta api, tetapi tidak digunakan secara langsung untuk mengangkut penumpang. Sementara itu, bakal pelanting berpenggerak yang dapat sekaligus mengangkut penumpang antara lain kereta rel, kereta api berpenggerak sendiri, lori motor, atau kereta berpenggerak. Penggunaan kendaraan ini semakin umum dilakukan pada kereta penumpang, tetapi jarang pada kereta barang.
Saat ini, terdapat lima kelas utama lokomotif yang menjadi armada utama PT KAI. Untuk sistem penomoran lokomotif diatur oleh Kementerian Perhubungan mulai tahun 2011 menggunakan kombinasi huruf,angka yang menunjukan tahun didinaskan dan nomor urut. Kombinasi huruf yang digunakan untuk menunjukkan susunan roda (saat ini ada C, D, BB, dan jenis CC), dan nomor tiga digit digunakan untuk menunjukkan kelas (2 untuk kelas dengan transmisi listrik dan 3 untuk kelas dengan transmisi hidraulis atau mekanik), yang dimulai dari 00. Dua angka di tengah menunjukan lokomotif ini didinaskan pada tahun berapa dan dua atau tiga angka di belakangnya menunjukkan jumlah individu, mulai dari 01.[1]
Misalnya
D301 61 25: Lokomotif diesel hidraulis generasi kedua dengan susunan roda D (empat gandar) didinaskan pada tahun 1961 dengan nomor urut 25
BB 303 73 01: Lokomotif diesel hidraulis generasi keempat dengan susunan roda Bo-Bo didinaskan pada tahun 1973 dengan nomor urut 01
CC 203 95 01: Lokomotif diesel elektrik dengan susunan roda Co-Co generasi ketiga didinaskan pada tahun 1995 dengan nomor urut 01
Berikut ini adalah daftar lokomotif di Indonesia yang pernah/sedang/akan dioperasikan.
CC204 memiliki 2 model yaitu C18MMi ( hasil konversi dari CC201 di Balai Yasa Yogyakarta dan INKA Madiun dan C20EMP yang asli didatangkan dari Amerika dilengkapi dengan control komputer ( C20EMP)
merupakan lokomotif terberat di Indonesia dengan bobot 108ton, digunakan untuk menarik ka Babaranjang, dan memiliki tenaga yang lebih besar dibanding pendahulunya CC202
CC206 Memiliki body kabin ganda seperti lokomotif sebelum tahun 2000an dan boogie dibuat oleh PT. Barata Indonesia, dengan sistem komputer yang lebih baik dibanding CC204