Luas kabupaten Bulungan yakni 13.181,92km² dengan jumlah penduduk pada tahun 2022 sebanyak 157.593 jiwa.[4] Sementara pada akhir 2024, jumlah penduduk Bulungan sebanyak 170.239 jiwa.[1] Ada rencana memindahkan ibu kota ke Kecamatan Tanjung Palas sebagai pusat pemerintah Kabupaten Bulungan.[5]
Sejarah
Nama Bulungan berasal dari sebuah Kesultanan yang pernah ada di daerah tersebut yaitu Kesultanan Bulungan yang berkedudukan di Tanjung Palas.
Kabupaten Bulungan memiliki luas wilayah 13.181,92km². Letak astronomisnya berada di antara 116°04’41” sampai dengan 117°57’56” Bujur Timur dan 2°09’19” sampai dengan 3°34’48”
Lintang Utara.[6]
Kabupaten Bulungan memiliki 10
kecamatan. Tiga Kecamatan terluas di Kabupaten Bulungan, yaitu:
Kecamatan Peso seluas 3.142km² atau 23,84% dari luas kabupaten,
Kecamatan Sekatak seluas 1.993km² atau 15,13% dari luas kabupaten, dan
Seperti wilayah lainnya di Pulau Kalimantan, Kabupaten Bulungan mengalami iklim hutan hujan tropis (Af) dengan suhu udara yang konstan antara 23°–33°C dan curah hujan yang cenderung tinggi sepanjang tahun antara 2.800 hingga 3.400mm per tahun. Berdasarkan pola curah hujan yang dimiliki, wilayah kabupaten ini termasuk dalam tipe pola hujan ekuatorial yang hanya memiliki satu musim, yakni musim penghujan.
Tanjung Selor sebagai ibu kota Kabupaten sendiri adalah sebuah kota pedalaman yang tenang dan nyaman. Hari berdirinya tercatat tanggal 12 Oktober1790, sebelum sebagai ibu kota Kabupaten sampai tanggal 11 Oktober1960 merupakan ibu kota Kerajaan Bulungan.[9] Hanya 20 ribu penduduk tinggal di kota ini, sebagian besar berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil dan pedagang.
Untuk menuju ke Tanjung Selor pada umumnya kebanyakan orang menuju Kota Tarakan dengan pesawat udara. Lantas disambung dengan Speed boat selama satu jam perjalanan atau pesawat udara yang berjadwal selama 15 menit. Namun, bisa juga langsung terbang dari Balikpapan, IKN Nusantara atau Samarinda menuju Tanjung Selor, karena kota ini telah memiliki Bandar Udara perintis (Bandar Udara Tanjung Harapan) dengan jadwal penerbangan reguler dari Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.
Bupati menjadi pejabat tertinggi dalam pemerintahan kabupaten Bulungan. Bupati Bulungan saat ini dijabat oleh Syarwani, didampingi wakil bupati, Kilat. Mereka menang dalam Pemilihan umum Bupati Bulungan 2024 dan Presiden Prabowo Subianto melantik mereka pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka Jakarta.[10] Pada periode sebelumnya, Syarwani menjabat sebagai bupati dan didampingi wakil bupati, Ingkong Ala. Sementara Ingkong Ala terpilih menjadi wakil gubernur Kalimantan Utara mendapingi gubernur Zainal Paliwang.[11]
DPRD Bulungan beranggotakan 25 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Bulungan terdiri dari 1 Ketua dan 2 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik dengan jumlah kursi terbanyak. Anggota DPRD Bulungan yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 12 Agustus2019 oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Selor, Benny Sudarsono, di Ruang Sidang Datu Adil Gedung DPRD Bulungan. Komposisi anggota DPRD Bulungan periode 2019-2024 terdiri dari 12 partai politik di mana Partai Gerindra merupakan pemilik kursi terbanyak yaitu 4 kursi.[12][13]Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Bulungan dalam empat periode terakhir.
Kabupaten Bulungan terdiri dari 10 kecamatan, 7 kelurahan, dan 74 desa. Pada tahun 2020, jumlah penduduknya mencapai 151.844 jiwa dengan luas wilayah 13.181,92 km² dan sebaran penduduk 12 jiwa/km².[17]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bulungan, adalah sebagai berikut:
Berbagai potensi ekonomi yang terdapat di wilayah Kabupaten Bulungan yang dapat dipertimbangkan guna memberdayakan ekonomi rakyat, yaitu di antaranya menyangkut berbagai sektor dan sub sektor:
1. Pertanian
Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Bulungan tahun 2000 belum mencapai hasil yang optimal. Penggunana lahan sawah mengalami penurunan sampai 51,36% yang disebabkan pemekaran Kabupaten Bulungan menjadi 3 kabupaten dan juga untuk pertanian tanaman sayur yang menurun dari 64.922 ha pada tahun 1999 menjadi 9.359 ha pada tahun 2000 yang juga dikarenakan pemekaran Kabupaten Bulungan. Sehingga ini menunjukan bahwa potensi lahan untuk Pertanian masih sangat terbuka luas.[9]
2. Perkebunan
Jenis tanaman perkebunan yang dikembangkan antara lain kelapa, kopi, kakao, lada, cengkih, jambu mete dan lainnya yang merupakan budidaya campuran dari beberapa jenis perkebunan. Luas areal perkebunan yang disediakan di Kabupaten Bulungan adalah seluas 152.007 ha, sedangkan lahan yang dimanfaatkan baru sebesar 5,1% atau seluas 7.884 ha dengan produksi sebesar 2.113,57 ton. Dengan demikian potensi pengembangan perkebunan didaerah ini masih sangat besar.[9]
3. Peternakan
Di sektor peternakan, perkembangan produksinya secara kuantitatif menurun, mengingat berbagai faktor seperti iklim, bibit, teknologi dan pakan. Sampai tahun 1999 populasi ternak yang terbesar adalah ternaksapi potong yaitu sebanyak 3.526 ekor atau 37.99% dari total ternak yang terdiri dari sapi potong, kerbau, kambing dan babi. Kondisi merupakan peluang untuk mengembangkan ternak sebagai komoditas dagangan untuk mensuplai Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.[9]
4. Perikanan
Potensi perikanan yang terdapat di Kabupaten Bulungan seperti budidaya laut dengan Luas potensi 242.260 hektar yang sebagian besar belum tergarap, untuk budidaya air payau dengan luas potensi lahan tambak 150.000 hektar, yang telah tergarap 100.000 hektar dan budidaya air tawar dengan luas potensi lahan 2.701,575 hektar, yang baru tergarap 50 hektar. Kegiatan usaha pengolahan hasil perikanan yang ada di Kabupaten Bulungan pada umumnya masih berkisar dalam bentuk usaha rumah tangga (Home Industry) seperti Pengeringan / Pengasinan ikan Teri, Putih dan berbagai ikan non ekonomis (rucah), sehingga hal tersebut menjadi potensi yang harus terus dikembangkan untuk kemajuan perekonomian daerah.[18]
Peristiwa
Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara, Presiden Joko Widodo membagikan 1.422 sertifikat tanah untuk rakyat di halaman Kantor Bupati Bulungan, Kabupaten Bulungan pada Jumat, 6 Oktober 2017.[19]
1234Moeis Hassan, Abdul (2004). Hasanuddin Rahman Daeng Naja (ed.). Kalimantan Timur: Apa, Siapa dan Bagaimana (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Yayasan Bina Ruhui Rahayu. hlm.27. ISBN9799222885.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"KOMUDITAS UNGGUL" (dalam bahasa Indonesia). Kabupaten Bulungan: Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bulungan. Diakses tanggal 28 April 2015. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)[pranala nonaktif permanen]