Marga ini dicirikan oleh kelopak bunga yang memiliki 8-16 taju runcing memanjang, 16-32 benang sari, pelepasan serbuk sari secara eksplosif, dan buah yang berkecambah ketika masih di pohon (propagul). Nama marga ini diberikan untuk menghormati Jean Guillaume Bruguière (1750–1798), seorang penjelajah dan biologiwan bangsa Prancis.[1]
↑Noor, Y.R., M. Khazali, dan I.N.N. Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PKA/Wetlands International – Indonesia Programe. Bogor. Hal. 78-89.