Bondol taruk memiliki wajah, tenggorokan, dan dada bagian atas yang berwarna hitam. Tengkuk dan punggungnya berwarna coklat tua, dan sayap serta ekornya berwarna hitam. Bagian bawah dan pantat berwarna putih dengan bintik atau garis hitam halus. Paruhnya tebal dan berwarna dua warna, dengan mandibula atas berwarna gelap dan mandibula bawah berwarna biru keabu-abuan, dan kakinya berwarna gelap.
Sebaran
Bondol taruk berasal dari Indonesia termasuk gugusan pulau Wallacea .[1] Hal ini juga terjadi di Timor Timur .[2] Ini adalah burung pemakan biji-bijian dan ditemukan dalam kelompok kecil di daerah berumput.
Status
Bondol taruk memiliki jangkauan yang luas dan dikatakan melimpah di beberapa tempat dan umum di banyak tempat lain. Jumlah penduduk di Indonesia belum dievaluasi tetapi tren jumlah penduduk tampaknya stabil. Burung ini menghadapi sedikit ancaman yang teridentifikasi dan Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam menilai status konservasinya sebagai "yang paling tidak memprihatinkan ".