Warnanya sebagian besar berwarna hijau dengan ekor biru panjang. Pejantan memiliki topi hitam dan wajah merah. Betina tidak memiliki topi hitam dan memiliki lebih sedikit warna merah.
Betet sumatra adalah burung yang sangat sosial, selalu terlihat berkomunikasi dengan burung lain dari spesiesnya. Meski biasanya terlihat dalam kelompok kecil, kawanan ribuan burung pernah ditemukan di Kepulauan Andaman dan Kalimantan. Namun, kawanan besar cenderung muncul saat musim kawin. Ini adalah peternak koloni. Burung di Semenanjung Malaya cenderung berkembang biak pada bulan Desember hingga Februari, sedangkan burung di Kepulauan Nikobar dan Andaman cenderung berkembang biak pada bulan Februari hingga Maret. Betina cenderung bertelur 2 hingga 4 butir berukuran kira-kira 30,5 x 24,5mm. Biasanya diperlukan waktu sekitar 23 hingga 24 hari agar telur menetas. Anakan menjadi dewasa pada usia sekitar 7 minggu. Makanannya terdiri dari beragam buah beri, pepaya, pinang, berbagai macam buah budidaya dan liar, biji-bijian, dan biji-bijian budidaya seperti jagung. Merupakan spesies yang penasaran, karena sering terlihat bermain dengan tongkat atau bahan lain yang ditemukan di lingkungannya.[1]