Serat Betaljemur Adammakna adalah sebuah primbon yang ditulis oleh KPH. Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat yang saat itu menjabat sebagai Pepatih kesultanan yogyakarta. Beliau lahir di Yogyakarta pada 3 September 1882 dan mulai menjabat sebagai pepatih 17 maret 1900. Primbon tersebut dipakai oleh orang Jawa untuk menentukan sifat seseorang lewat tanggal kelahirannya (hari neptonnya). Karya tersebut terdiri dari 337 bab yang dibagi menjadi 8 jilid buku, yakni:[1]
Betaljemur Adammakna (Jilid 1)
Lukmanakim Adammakna (Jilid 2)
Atassadur Adammakna (Jilid 3)
Bektijamal Adammakna (Jilid 4)
Shahdhatsaahthir Adammakna (Jilid 5)
Qomarrullsyamsi Adammakna (Jilid 6)
Naklassanjir Adammakna (Jilid 7)
Quraisyn Adammakna (Jilid 8).
Primbon tersebut termasuk primbon yang paling banyak dipakai di masyarakat, termasuk orang Jawa yang tinggal di wilayah pinggiran.[2] Dalam bidang politik, primbon tersebut juga dipakai untuk menentukan sifat para politikus, seperti Joko Widodo,[3]Setya Novanto[4] dan Agus Harimurti Yudhoyono.[5][6][7]
↑[suaramerdeka.com/kultur/detail/69/Primbon-Betaljemur-Adammakna-Pedoman-Temukan-Watak-Manusia-dari-Wetonnya "Primbon Betaljemur Adammakna, Pedoman Temukan Watak Manusia dari Wetonnya"]. 2017-12-28.; ;