Matulapelwa ditunjuk untuk melatih Timnas Indonesia menjelang Sepak Bola SEA Games 1985[en]. Namun, ia menghadapi kegagalan di SEA Games pertamanya karena Indonesia hanya mencapai semifinal, menderita kekalahan memalukan dari Thailand dengan skor 7-0.
Meski sempat mengalami kemunduran di SEA Games 1985 di Thailand, Matulapelwa tetap dipercaya melatih Timnas Indonesia di ajang Asian Games 1986 diadakan di Seoul. Alhasil, Indonesia berhasil bersaing dengan negara-negara Asia yang kuat.
Di babak penyisihan grup, Sang Garuda maju bersama Arab Saudi, sang juara grup. Di perempat final, Indonesia mengalahkan Uni Emirat Arab dalam adu penalti 4-3 setelah hasil imbang 2-2 selama 90 menit reguler ditambah 30 menit waktu tambahan. Perjalanan Indonesia berakhir di semifinal melawan tuan rumah Korea Selatan, dengan skor 0-4. Indonesia gagal mengamankan medali perunggu setelah dikalahkan oleh Kuwait dengan skor 0-5.
Pada SEA Games 1987, Matulapelwa membuat persiapan yang matang dengan memanggil pemain-pemain terbaik dari dua kompetisi bergengsi di Indonesia, yaitu Perserikatan dan Galatama.
Pada SEA Games 1987, tim nasional Indonesia Timnas Indonesia harus puas menjadi Runner-Up Grup B di bawah Timnas Thailand, setelah kalah dalam hal agresivitas gol. Meski hanya menjadi Runner-Up Grup B, Timnas Indonesia mampu tampil impresif di babak semifinal dengan mengalahkan Timnas Myanmar dengan skor 4-1, tempat di final. Dalam pertandingan final yang diadakan di Gelora Senayan (sekarang dikenal sebagai Gelora Bung Karno), Matulapelwa berhasil membimbing Tim nasional Indonesia untuk mengalahkan Malaysia dengan skor 1-0.
Gol kemenangan timnas Indonesia dicetak oleh Ribut Waidi pada menit ke-91, atau pada menit-menit awal babak tambahan.