Bayangan hujan merupakan suatu daerah atau wilayah di sekitar atau di belakang gunung atau pegunungan yang jumlah curah hujannya lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah muka gunung atau pegunungan.[1] Daerah bayangan hujan biasanya berada di sisi lain dari arah datangnya angin di suatu wilayah. Daerah ini juga senantiasa menjadi wilayah terjadinya angin fohn.
Uap air yang berasal dari penguapan di wilayah perairan luas (biasanya berupa laut atau danau yang besar) terbawa oleh angin menuju daratan yang biasanya cenderung lebih hangat dan kering daripada permukaan perairan. Ketika uap air tersebut bertemu dengan bentuk muka tanah yang meninggi, uap air tersebut mengalami pengangkatan orografis yang kemudian mengakibatkan terjadinya kondensasi dan mengubah uap air menjadi butiran-butiran air hujan. Jika suatu wilayah memiliki tinggi dan lebar yang cukup besar, kelembapan dari uap air itu akan habis dalam bentuk hujan di wilayah yang menghadap arah angin sebelum mencapai puncak ketinggian suatu muka tanah. Pada saat angin tersebut melewati puncak ketinggian suatu muka tanah dengan kelembapan yang sudah habis, angin tersebut berubah sifat menjadi kering dan hangat yang kemudian membuat suatu wilayah menjadi daerah bayangan hujan dan lebih jauh hal itu dapat menjadi penyebab utama angin fohn.
Contoh Daerah Bayangan Hujan
Mancanegara
Di pelbagai belahan dunia, terdapat banyak daerah bayangan hujan yang bisa dijumpai. Berikut merupakan contoh wilayah-wilayah di dunia yang terkenal sebagai daerah bayangan hujan dan iklimnya yang kering.
Wilayah Tibet dan Gurun GobiWilayah pesisir timur MadagaskarCitra satelit Gurun Atacama dan Pegunungan AndesCitra satelit pesisir timur Australia dan Pegunungan Pemisah BesarPegunungan Alps Selatan di Selandia BaruPegunungan Cantabria di utara Spanyolcitra satelit wilayah utara Iran yang menghadap Danau Laut KaspiaPegunungan Ghat Barat yang merupakan bagian dari Dataran Tinggi DekkanWilayah barat Gurun Sahara di Maroko dan Aljazair
Wilayah Dataran Tinggi di tengah Pulau Madagaskar merupakan daerah bayangan hujan dari pegunungan yang berada di sisi timur dataran tinggi tersebut. Kelembapan dan uap air dari Samudera Hindia sudah terkondensasi di pesisir timur pulau ini.
Wilayah Gurun Atacama yang berada di sisi barat Pegunungan Andes, Amerika Selatan menyebabkan wilayah menjadi daerah bayangan hujan terkering di dunia karena udara lembap dari wilayah Amazon terhalang pegunungan tersebut untuk mencapai wilayah Atacama.
Wilayah barat Pegunungan Pemisah Besar di Australia merupakan daerah bayangan hujan terbesar di Oseania. Uap air dan kelembapan dari Samudera Pasifik terhalang oleh pegunungan tersebut sehingga mengakibatkan wilayah gurun yang tandus di pedalaman Australia.
Hampir seluruh wilayah Iran merupakan daerah bayangan hujan dari Pegunungan Alborz yang berada di utara Iran karena uap air dan kelembapan dari Danau Laut Kaspia terkondensasi di pesisir utara Iran sebelah utara pegunungan tersebut.
Di wilayah Indonesia, terdapat beberapa daerah bayangan hujan. Akan tetapi, kondisi kekeringan daerah bayangan hujan tidak separah beberapa daerah bayangan hujan lainnya di dunia yang telah dijelaskan sebelumnya. Berikut merupakan daerah bayangan hujan di Indonesia.
Kota Palu. Wilayah kota ini yang merupakan lembah dari pegunungan yang berada di sisi timur dan baratnya, sehingga kota ini menjadi daerah bayangan hujan saat angin muson baratan dan muson timuran berlangsung. Oleh karena itu, kota ini termasuk dalam salah satu wilayah dengan curah hujan tahunan terendah di Indonesia.[2]
Pesisir timur Pulau Sumatera. Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara hingga selatan Pulau Sumatera menjadi penghalang uap air dan kelembapan yang berasal dari Samudera Hindia ketika angin muson baratan berlangsung. Oleh karena itu, wilayah pesisir timur Sumatera cenderung memiliki curah hujan yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah di pesisir barat Sumatera.[3]