Bahasa Tokharia A atau Turpan (biru), Tokharia B atau Kucha (merah), dan Tokharia C (hijau) di Cekungan Tarim.[6] Kota oasis Tarim tercantum seperti yang tercantum dalam Kitab Han (sekitar abad ke-2 SM), dengan luas persegi sepadan dengan jumlah penduduk.[7]
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Turpan atau Tokharia A,[1] juga disebut sebagai Tokharia Timur, Agnea (tkaṃcode: xto is deprecated ),[9] atau Karashahria adalah bahasa mati yang digunakan pada milenium pertama Masehi di wilayah Karashahr and Turpan di Cekungan Tarim, yang sekarang merupakan bagian dari Xinjiang, Tiongkok bagian barat. Pertama kali ditemukan dari naskah-naskah Buddhisme yang berasal dari sekitar abad ke-7 Masehi,[10] bahasa ini pernah hidup berdampingan dengan kerabatnya, bahasa Kucha atau Tokharia B, yang mungkin juga bersama-sama dengan Tokharia C membentu rumpun bahasa Tokharia dalam lingkup rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini terutama dituturkan dalam apa yang disebut oleh Dinasti Han Tiongkok sebagai Kerajaan Kiu-che (dikenal sebagai Kekaisaran Kushan).[11] Dipercaya bahwa Tokharia A punah bersama bahasa-bahasa Tokharia lainnya ketika suku Uighur dan Kirgiz Yenisei pindah ke Cekungan Tarim.[12]
Bukti bahasa Turpan pernah ada diketahui dari sekitar 2000 naskah yang ditemukan.[13] Dari rangkaian naskah-naskah itu, yang sebagian besar merupakan naskah keagamaan Buddhisme, ditranskripsikan dalam aksara yang berasal dari rumpun aksara Brahmi. Tidak seperti bahasa Kucha, tidak ada naskah non-agamis yang ditulis dalam bahasa Turpan. Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah bahwa pada saat naskah-naskah itu ditulis, bahasa Turpan hanya bertahan sebagai bahasa keagamaan, sementara bahasa Kucha masih merupakan bahasa yang hidup.[12]
Namun, hipotesis lain menyatakan bahwa ketiadaan ini hanya dijelaskan oleh kesaksian yang sangat terpisah-pisah terhadap bahasa-bahasa Tokharia secara umum.
Berdasarkan sebuah penelitian oleh Georges-Jean Pinault dan Melanie Malzahn pada tahun 2007, kini diakui bahwa bahasa Turpan juga merupakan bahasa lisan yang pernah hidup.[14]
Maitreyasamitināṭaka merupakan adalah drama Buddhisme tentang kehidupan Maitreya yang ditulis dalam bahasa Turpan dan merupakan naskah Tokharia paling terkenal tentang Maitreya.[19] Naskah tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Uighur Kuno (yang bernama Maitrisimit), yang telah digunakan untuk menafsirkan bahasa Tocharian A. Maitrisimit bukanlah terjemahan yang tepat karena disadur untuk memenuhi persyaratan bahasa Uighur Kuno dan Maitreyasamitināṭaka ditulis dalam gaya campū, yang merupakan campuran gancaran dan sajak.[20]
Berikut ini adalah salah satu terjemahan naskah Maitreyasamitināṭaka dalam bahasa Turpan:[21]
klā k. SA (23 syllables) (me)trakṣināṃ opṣlyā plāc weñeñc¨ˎkāvvintu yāmeñc¨ˎ///
[… melalui opṣly Metrak mereka akan menyampaikan ceramah (dan) membuat sajak. ///:]
ñ¨[ˎ]•klyoMA[nT]ˎ (20 suku kata) (k)ly(o)MAnTˎ metraKAṃ oñantyo tri ñemintwaṃ KAlymeyā spārtwe(ñc¨ˎ) ///
[•luhur /// dimulai dengan Metrak yang luhur dalam tiga permata mereka akan berbalik dengan cara yang benar ///:]
Pˎ metRAkyāp [w]. (18 suku kata) ps. lāntuneṣi [abhi]ṣeKˎ artantRA•kus pat nu tanā SArki tu .i///
[dari Metrak /// mereka memuji pengurapan penguasa•setelahnya ///:]
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Tokharian A". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Tadeusz Milewski (2004). Językoznawstwo (dalam bahasa Polish). Wydawnictwo Naukowe PWN. hlm.136. ISBN978-83-01-14244-5. Diakses tanggal 2025-05-10. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Levet, Jean-Pierre (2006), Tokharien ñäś et lituanien manęs: des jalons indo-euro-péens sur le chemin de l'eurasiatique? (dalam bahasa French), Φιλολογία. Mélanges offerts à Michel Casevitz. Lyon: Maison de l'Orient et de la Méditerranée Jean Pouilloux, hlm.13–21 Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) (Collection of the House of the Ancient Mediterranean Orient. Literary and Philosophical Series, 35)
Emiel Sieg; Wilhelm Schulze; Wilhelm Siegling (1931). Tocharische Grammatik (dalam bahasa German). Vandenhoeck und Ruprecht (Druck von Hubert). Diakses tanggal 2025-05-11. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Wolfgang Krause; Werner Thomas (1960). Tocharisches Elementarbuch: Grammatik (dalam bahasa German). Vol.1. Carl Winter. Diakses tanggal 2025-05-11. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)