Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
Cari artikel bahasaCari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Halaman bahasa acak
Bahasa Messapia (juga dikenal sebagai Messapik) adalah suatu bahasa Indo-Eropa telah punah yang pernah dituturkan di Puglia, Semenanjung Italia, oleh suku-suku Iapygii di daerah tersebut: yaitu Messapii, Peuketii, dan Daunia.[7][8] Bahasa ini telah punah setelah penaklukan daerah tersebut oleh Republik Romawi. Bahasa Messapia memiliki bukti tertulis sebanyak 600 prasasti yang ditulis dalam suatu alfabet yang diturunkan dari Alfabet Yunani Barat Kuno, ditulis dari pertengahan abad ke-6 hingga sekitar abad ke-2 SM.[9][1][2]
Nama
Istilah "Messapia" atau "Messapik" secara tradisional digunakan untuk merujuk pada sekelompok bahasa yang digunakan oleh suku-suku Iapygii, sebuah "komunitas linguistik yang relatif homogen" dari suku-suku yang tidak berbahasa Italik (Messapii, Peuketii, dan Daunia) yang tinggal di daerah Puglia sebelum penaklukan oleh Republik Romawi.[7]
Namun, beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa istilah "Iapygii" sebaiknya dipakai untuk merujuk pada kelompok bahasa yang digunakan di Puglia, sedangkan istilah "Messapia" digunakan untuk bahasa-bahasa dalam prasasti yang ditemukan di Semenanjung Salento, di mana suku tertentu dari Messapia telah hidup di era Pra-Romawi.[7]
Nama "Puglia" atau "Apulia" berasal dari "Iapygia" setelah penduduk beralih menuturkan dari bahasa Yunani ke Oska, lalu beralih lagi ke Latin sehingga penamaan menjadi bergeser secara fonologis dan morfologis.[8]
Aksara
Bahasa Messapia ditulis dalam suatu alfabet yang merupakan modifikasi dari Alfabet Yunani Barat, khususnya ragam Lakonia-Taranto.[10] Prasasti berbahasa Messapia asli memiliki bukti tertulis pertama pada abad ke-6 SM, sedangkan catatan-catatan mengenai Peuketii dan Daunia (ditulis dalam ragam setempat yang diturunkan dari ragam Alfabet Yunani Arkais lainnya, bukan Alfabet Messapik) hanya dimulai pada abad ke-4 SM.[11][12]
Alfabet Messapia
Huruf Yunani Φ (/pʰ/) tidak diadopsi, karena mubazir untuk penggunaan bahasa Messapia.[10] Sedangkan zeta "biasanya" mewakili pasangan bunyi untuk /s/, yang mungkin merupakan konsonan gesek dalam beberapa kasus.[10] Huruf Θ belum jelas mewakili bunyi apa, tetapi jelas merupakan konsonan dental; dan juga mungkin termasuk konsonan gesek atau frikatif. Kemungkinan juga muncul sebagian sebagai refleks dari segmen *ty.[10]
Huruf-huruf tersebut disusun dalam urutan dari kiri ke kanan. Beberapa bentuk huruf tidak digunakan lagi dan digantikan oleh bentuk baru (lihat Matzinger 2014, hlm.10–14).
Alfabet Puglia
Aksara yang digunakan di Apulia utara agak aneh, dan beberapa menganggapnya sebagai sistem penulisan yang berbeda bernama "Alfabet Puglia".[13] Perbedaan mencolok antara alfabet Puglia dan alfabet Messapia Lakonia-Taranto adalah penggunaan Η (eta) mewakili /ē/, bukan /h/.[14][12][15]
Prasasti
Messapia adalah "bahasa yang terpisah-pisah" (Trümmersprache), yang hanya memiliki bukti tertulis sebanyak kira-kira 600 prasasti dari pertengahan abad ke-6 hingga akhir abad ke-2 SM.[16][17] Banyak dari prasasti itu terdiri dari nama orang yang terukir di tempat pemakaman (36% dari jumlah keseluruhan), dan hanya beberapa prasasti yang telah diuraikan dan ditafsirkan secara pasti.[16][18][12] Beberapa tulisan yang lebih panjang juga tersedia, termasuk yang terkini ditemukan di Grotta della Poesia (Roca Vecchia), meskipun belum sepenuhnya digali oleh para arkeolog.[19] Sebagian besar prasasti berbahasa Messapia dapat diakses di Monumenta Linguae Messapicae (MLM), diterbitkan di media cetak pada tahun 2002.[12]
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Messapic". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Marchesini 2009, hlm.80, 141: "L'orizzonte cronologico più antico dell'epigrafia messapica, almeno allo stato attuale della documentazione, è da collocare quindi alla metà circa del VI secolo, stando alla cronologia dei testi più antichi di cui abbiamo parlato sopra. Più difficile è invece formulare ipotesi per quanto riguarda il limite cronologico inferiore. Per il momento l'evidenza ci mostra che non si hanno iscrizioni messapiche databili oltre il II sec. a.C."
De Simone, Carlo (1988). "Inscrizione messapiche della grotta della poesia (Melendugno, Lecce)". Annali della Scuola Normale Superiore di Pisa. Classe di Lettere e Filosofia. 18 (2): 325–415. ISSN0392-095X. JSTOR24307508.
de Vaan, Michiel (2017). "The phonology of Albanian". Dalam Klein, Jared; Joseph, Brian; Fritz, Matthias (ed.). Handbook of Comparative and Historical Indo-European Linguistics. Vol.3. Walter de Gruyter. ISBN978-3-11-054243-1.
Ismajli, Rexhep (2015). Eqrem Basha (ed.). Studime për historinë e shqipes në kontekst ballkanik[Studies on the History of Albanian in the Balkan context] (dalam bahasa Albania). Prishtinë: Kosova Academy of Sciences and Arts, special editions CLII, Section of Linguistics and Literature.
Matzinger, Joachim (2005). "Messapisch und Albanisch". International Journal of Diachronic Linguistics and Linguistic Reconstruction (dalam bahasa Jerman) (2): 29–54.
Matzinger, Joachim (2014), Einführung ins Messapische (dalam bahasa Jerman), Vienna Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
Matzinger, Joachim (2019). Messapisch. Kurzgrammatiken indogermanischer Sprachen und Sprachstufen (dalam bahasa Jerman). Vol.2. Dr Ludwig Reichert Verlag. ISBN978-3954903986.
Rusakov, Alexander (2017). "Albanian". Dalam Kapović, Mate; Giacalone Ramat, Anna; Ramat, Paolo (ed.). The Indo-European Languages. Routledge. hlm.552–602. ISBN9781317391531.
Marchesini, Simona. "Messapico". In: Palaeohispanica: revista sobre lenguas y culturas de la Hispania antigua n. 20 (2020): pp.495–530. ISSN1578-5386 DOI: 10.36707/palaeohispanica.v0i20.378
Messapische Studien. Inschriften mit Kommentar, Skizze einer Laut- und Formenlehre. Von Otto Haas Universitätdozent - Wien. Heidelberg: Carl Winter - Universitätsverlag. 1962.