Berikut adalah terjemahan dalam bahasa Indonesia sesuai gaya bahasa Wikipedia. Semua markup, parameter, dan pranala internal dipertahankan agar tidak merusak format aslinya.
Semua konsonan gigi dapat bervariasi menjadi rongga-gigi, kecuali /t̪/ yang selalu diucapkan sebagai gigi. /p/, /t̪/, dan /k/ diucapkan sebagai /b~β/, /ɾ~l/, dan /g~ɣ/ di antara vokal, dan sebagai /p~ɸ/, /t̪~t/, /k~x/ di awal kata.[5] Konsonan langit-langit belakang menjadi terbibirkan setelah vokal bundar. /j/ sering diucapkan sebagai geseran /ʝ/.
Bahasa ini juga memiliki empat diftong: ae, ao, ai, dan au.
Bahasa Fore memiliki sistem aksen nada. Setiap suku kata memiliki aksen atau tidak. Beberapa suku kata beraksen dapat muncul dalam kata yang sama, tetapi tidak boleh berdekatan satu sama lain.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Fore". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
↑Laurie Bauer, 2007, The Linguistics Student’s Handbook, Edinburgh