Dalam melaksanakan tugasnya, badan ini antara lain menyelenggarakan fungsi:
Penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan;
Pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan;
Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan;
Sejarah
Unsur sumber daya manusia dan unsur penelitian di Kementerian Kelautan dan Perikanan telah beberapa kali berubah. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015, terdapat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang membidangi unsur sumber daya manusia dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang membidangi unsur penelitian.[2] Kedua unsur tersebut kemudian digabungkan menjadi Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2017.[3] Setelah unsur riset dialihkan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejak tahun 2023 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2023, unsur sumber daya manusia dilaksanakan oleh BPPSDMKP.
Unit pelaksana teknis
Untuk mendukung pelaksanaan tugasnya, selain memiliki Balai Pendidikan Dan Pelatihan Aparatur di Subang, badan ini juga memiliki sejumlah Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP), Politeknik Kelautan dan Perikanan (PKP), dan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) sebagai berikut:[4][5][6]