Gedalya bin Ahikam bin Safan,[6] yaitu seorang gubernur Yehuda yang ditunjuk oleh raja Nebukadnezar II setelah kehancuran Yerusalem pada tahun 586 SM, tetapi hanya memerintah dalam waktu singkat sebelum mati dibunuh.
Entah karena pengaruh Safan pada reformasi raja Yosia atau tidak, baik Gemarya, Ahikam dan kemudian Gedalya, tampaknya memainkan peran penting dalam melindungi nabi Yeremia dari penganiayaan orang sebangsanya.[7]
Etimologi
Nama "Azalya" berarti "Yahweh telah menyisakan".[8]
Pada tahun kedelapan belas dari pemerintahannya, setelah selesai mentahirkan negeri dan rumah TUHAN, ia menyuruh Safan bin Azalya, dan Maaseya, penguasa kota, serta Yoah bin Yoahas, bendahara negara, untuk memperbaiki rumah TUHAN, Allahnya. [10]
Arkeologi
Suatu bulla bertulisan "Milik Azaliahu bin Meshullam" mungkin adalah miliknya, menurut arkeolog Nahman Avigad.[11]