R.H Atju Syamsudin (17 Juli 1928–25 Mei 2001) adalah perwira menegah TNI-AD yang pernah menjabat sebagai Bupati Subang pertama.
Riwayat hidup
Kehidupan dan karier awal
Atju lahir di Situraja, Hindia Belanda pada tanggal 17 Juli 1928.[1] Dia bergabung ke TNI-AD pada tahun 1945 dan diangkat sebagai Komandan Batalyon III/Situraja pada akhir bulan Oktober.[2] Pada tahun 1964, ia menjabat sebagai Komandan Pelaksana Kuasa Perang (PEKUPER) di Ciamis dengan pangkat kapten. Sebagai Komandan PEKUPER, ia juga menjadi ketua panitia pembangunan gedung SMA Negeri 1 Ciamis.[3] Pasca peristiwa G30S, ia terlibat dalam operasi penumpasan PKI di wilayah Kabupaten Subang bersama dengan Otje Djundjunan. Pada saat itu, Atju berpangkat letnan kolonel.[4]
Bupati Subang
Pada tanggal 25 Januari 1967, Atju diangkat sebagai Kepala Daerah Kabupaten Purwakarta di Subang. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 29 Juni 1968, ia secara otomatis menjabat sebagai Bupati Subang setelah UU No.4 tahun 1968 dirilis yang mengakibatkan Kabupaten Purwakarta terbagi menjadi dua wilayah yaitu Purwakarta dan Subang. Ia terpilih kembali secara aklamasi pada tahun 1973. Dia mengundurkan diri sebagai Bupati Subang pada tanggal 21 November 1978 dan posisinya digantikan oleh Sukanda Kartasasmita.[5]
Selama menjabat sebagai Bupati Subang, ia membangun Masjid Agung Subang yang konstruksinya dimulai pada tahun 1968, Tugu Benteng Pancasila, dan embung cekdam di Hutan Ranggawulung, Keluarahan Cigadung.[6][7][8] Ia juga menghibahkan tanahnya untuk SMA Negeri 204 Subang (sekarang bernama SMA Negeri 1 Subang) dan membantu Ama Soewarma dalam pengembangan desinasi pariwisata Air Panas Alam Sari Ater di Ciater.[9][10] Pada tanggal 5 Juli 1977, ia mengeluarkan keputusan yang menetapkan hari jadi Kabupaten Subang jatuh pada tanggal 5 April.[11]
Kehidupan akhir dan meninggal dunia
Nisan RH Atju Syamsudin di Taman Makam Pahlawan Cikutra
Atju terpilih sebagai Wakil Ketua Kakwardari dalam Pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat periode 1981-1985 pada bulan Desember 1981.[12] Pada bulan Maret 1982, Atju menjadi Sekretaris Panitia Pekan Bunga dan Kerajinan pada Pekan Bunga dan Kerajinan Jawa Barat.[13] Ia juga dikabarkan menjabat sebagai Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) V Jawa Barat pada tahun 1994.[14] Dia meninggal dunia di Bandung pada tanggal 25 Mei 2001 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra.[1]
↑Lubis, Nina Herlina (2008). Sejarah Sumedang dari masa ke masa. Sumedang: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Sumedang. hlm.59.
↑SMAN 1 Ciamis, SMAN 1 Ciamis. "Sejarah Singkat". sman1ciamis.sch.id. SMAN 1 Ciamis. Diakses tanggal 20 November 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
↑SMAN 1 Subang, SMAN 1 Subang. "Sejarah Singkat SMAN 1 Subang". sman1subang.sch.id. SMAN 1 Subang. Diakses tanggal 20 November 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)