Artemis II adalah misi terbang lintas bulan selama sepuluh hari dengan awak empat astronaut yang diluncurkan pada 1 April 2026. Ini adalah penerbangan berawak pertama dari program ArtemisNASA dan penerbangan berawak pertama di luar orbit Bumi rendah sejak Apollo 17 pada tahun 1972. Artemis II adalah penerbangan kedua dari Space Launch System (SLS) dan misi berawak pertama dari pesawat ruang angkasa Orion, yang diberi nama Integrity oleh awaknya.
Misi ini merupakan penerbangan uji coba yang mendukung misi Artemis selanjutnya yang bertujuan untuk mengembalikan manusia ke permukaan bulan. Awalnya diberi nama Exploration Mission-2 (EM-2) dan dimaksudkan untuk mendukung Asteroid Redirect Mission yang kini telah dibatalkan, tujuannya direvisi setelah pembentukan program Artemis pada tahun 2017. Tujuan misi Artemis II serupa dengan tujuan Apollo 8 pada tahun 1968, penerbangan berawak pertama ke bulan selama program Apollo. Namun, lintasan kembali bebasnya lebih menyerupai lintasan yang dilalui oleh Apollo 13 pada tahun 1970.
Selama misi tersebut, Victor Glover (seorang Afrika-Amerika) menjadi orang kulit berwarna pertama, Christina Koch menjadi wanita pertama, astronaut Badan Antariksa KanadaJeremy Hansen menjadi warga negara non-AS pertama, dan komandan Reid Wiseman menjadi orang tertua yang melakukan perjalanan melampaui orbit Bumi rendah dan mendekati Bulan. Selama penerbangan lintas Bulan, awak mencapai jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi, yaitu 252.756 mil (406.771km), memecahkan rekor Apollo 13 sebesar 248.655 mil (400.171km).
Artemis II diawaki oleh empat antariksawan: komandan Reid Wiseman, penerbang Victor Glover, dan ahli misi Christina Koch, semuanya dari Korps Astronaut NASA, serta ahli misi Jeremy Hansen dari Korps Astronaut Kanada.[8] Pada tanggal 22 November 2023, Jenni Gibbons ditunjuk sebagai pengganti Hansen,[9] dan tanggal 3 Juli 2024, Andre Douglas ditunjuk sebagai pengganti untuk ketiga antariksawan NASA. Glover kemudian menjadi orang kulit berwarna pertama, Koch wanita pertama, Wiseman orang tertua, dan Hansen warga non-Amerika pertama yang mengitari Bulan. Misi ini adalah penerbangan antariksa pertama Hansen dan Gibbons, keduanya berasal dari Kanada, dan diseleksi oleh Badan Antariksa Kanada sebagai bagian dari perjanjian tahun 2020[10] antara Amerika Serikat dengan Kanada yang memfasilitasi partisipasinya dalam program Artemis.[8][11][12] Misi ini memecahkan rekor sebagai orang terbanyak di luar angkasa-dalam (deep space) secara bersamaan, yang sebelumnya dipecahkan oleh tiga orang selama Apollo 8 bulan Desember 1968.
Di media sosial, banyak teoretikus konspirasi membagikan video-video Artemis II yang dihasilkan oleh AI dan yang lainnya mengklaim bahwa misi ini adalah palsu.[13][14][15] Sebuah foto Bulan yang diambil pada bulan Agustus 2025 oleh seorang astrofotografer amatir Ukraina Ildar Ibatullin disebar secara daring, secara salah dianggap berasal dari awak ArtemisII.[16]
Panggilan bangun
NASA memulai tradisi memainkan musik kepada para antariksawan pada program Gemini, dan pertama kali musik digunakan untuk membangunkan awak terbang adalah pada Apollo 15. Setiap lagu dipilih secara spesifik, sering kali oleh keluarga para antariksawan, dan biasanya memiliki arti yang istimewa pada anggota individual dari awak, atau yang sesuai dengan aktivitas harian mereka.[17]
Artemis II menjadi misi NASA pertama yang lagu-lagu panggilan bangunnya disusun menjadi suatu daftar putar resmi Spotify.[18] Selain itu, salam-salam prarekam oleh mantan antariksawan Apollo Charlie Duke dan Jim Lovell juga disiarkan kepada awak. Lovell merekam pesannya selang sebelum kematiannya pada bulan Agustus 2025.
↑Hill, Bill (Maret 2012). "Exploration Systems Development Status"(PDF). NASA Advisory Council. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Februari 2017. Diakses tanggal 21 Juli 2012. Artikel ini memuat teks dari sumber tersebut, yang berada dalam ranah publik.
↑Navias, Rob (11 April 2026). NASA’s Artemis II Crew Comes Home (Video) (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 April 2026– via YouTube. …we talked to flight dynamics and received a more official touchdown time, a splashdown time as it were, of 7:07 and 27 seconds PM Central Time…That would equate to a mission elapsed time of 9 days, 1 hour, 32 minutes and 15 seconds.
Stamm, Amy (3 April 2023). "Meet the Crew of Artemis II". airandspace.si.edu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 April 2023. Diakses tanggal 9 Agustus 2023.