Arend Ludolf van Hasselt (Groningen, 6 Januari 1848 – Oosterbeek, 29 September 1909)[1] adalah seorang administrator kolonial Belanda, etnografer, dan pengumpul tumbuhan di Hindia Belanda.[2]
Ia menjabat berbagai posisi tinggi, berpartisipasi dalam salah satu ekspedisi ilmiah terpenting abad ke-19 ke Sumatra, serta memberikan kontribusi besar terhadap pengetahuan etnografi, linguistik, dan botani Sumatra bagian tengah. Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, ia menjadi profesor ilmu pertanahan dan etnologi Indonesia di Delft dan memainkan peran penting dalam Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (KNAG, Perhimpunan Geografi Kerajaan Belanda).[3]
Kehidupan awal dan karier militer
Van Hasselt lahir di Groningen sebagai putra Nicolaas van Hasselt dan Johanna Hendrika Wichers. Ia masuk Akademi Militer Kerajaan di Breda sebagai kadet, tetapi pada tahun 1868 keluar untuk bergabung dengan infanteri di Hindia Belanda sebagai sersan. Pada tahun 1869 ia berpindah ke dinas sipil. Saat cuti medis di Belanda pada tahun 1872, ia lulus ujian besar dinas sipil kolonial dan segera kembali ke Hindia, di mana ia diangkat sebagai kontrolir di Pantai Barat Sumatra.[4]
Ekspedisi Sumatra Tengah (1877-1879)
Kontribusi ilmiah van Hasselt yang paling bertahan lama berasal dari partisipasinya dalam Ekspedisi Sumatra Tengah, yang mendokumentasikan geografi, flora, fauna, bahasa, dan kebudayaan wilayah tersebut. Meskipun ekspedisi ini tidak memiliki ahli botani resmi, ia mengumpulkan bahan tumbuhan yang kemudian masuk ke herbarium-herbarium besar di Eropa. Karya berjilid Midden-Sumatra (1881–1884) hingga kini tetap menjadi sumber primer penting bagi etnografi dan sejarah alam kawasan tersebut.[5]
Karier akademik
Pada tahun 1898, van Hasselt diangkat sebagai profesor ilmu pertanahan dan etnologi Indonesia di Indische Instelling di Delft, lembaga pelatihan Belanda bagi pegawai sipil kolonial. Ia memegang jabatan ini hingga lembaga tersebut dibubarkan pada tahun 1901.
Dari tahun 1897 hingga 1906, ia menjabat sebagai ketua-sekretaris komite redaksi Tijdschrift van het Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Jurnal Perhimpunan Geografi Kerajaan Belanda), serta membantu mengawasi banyak penerbitan utama perhimpunan tersebut.[6]
Karya botani
Van Hasselt tercatat dalam daftar internasional pengumpul botani, dan spesimen yang dikumpulkannya disimpan di berbagai herbarium Eropa. Koleksinya berkontribusi pada dokumentasi awal flora kawasan Malesia.[7]
Administrasi kolonial
Sepanjang dekade 1870-an dan 1880-an, van Hasselt menjabat berbagai posisi administratif di Jawa dan Sumatra. Perjalanan kariernya antara lain sebagai berikut:
1877 – peserta Ekspedisi Ilmiah Sumatra Tengah yang diselenggarakan oleh KNAG.
1882 – diangkat sebagai referendaris di Sekretariat Jenderal di Batavia.
1884 – sekretaris Dewan Hindia Belanda.
1888 – Residen Tapanoeli.
1893 – Residen Riouw (Kepulauan Riau).
Sebagai Residen Tapanoeli, ia banyak berinteraksi dengan komunitas Batak dan mendukung pembukaan wilayah tersebut bagi kegiatan misi Kristen. Para sezamannya menggambarkannya sebagai seorang diplomat yang terampil dan pengamat yang tajam, yang kerap menantang asumsi-asumsi Eropa mengenai keadilan dan pemerintahan dalam konteks kolonial.
Ia kembali ke Belanda untuk cuti pada tahun 1896 dan pensiun dengan hormat atas permintaannya sendiri.
Kehidupan pribadi
Pada 17 Maret 1879, ia menikahi Elisa Abrahamina Carolina Johanna Netscher di Batavia. Elisa lahir di Riouw pada 4 September 1861 dan merupakan putri E. Netscher.
Van Hasselt meninggal dunia di Oosterbeek pada 29 September 1909.[8]
Karya terpilih
Van Hasselt memberikan kontribusi besar pada seri Midden-Sumatra, laporan resmi Ekspedisi 1877–1879:
Midden-Sumatra. Reizen en onderzoekingen der Sumatra-expeditie
Jilid I, Bagian 1: Reisverhaal (Catatan Perjalanan), bersama J.F. Snelleman (1881)
Jilid I, Bagian 2, bersama C.H. Cornelissen dan J.F. Snelleman (1882)
Jilid III: Volksbeschrijving en Taal (Etnografi dan Bahasa) (1881–1882)
Jilid IV, Bagian 2: Flora, bersama J.G. Boerlage (1884)
Ia juga menulis berbagai laporan, memorandum administratif, dan catatan editorial untuk jurnal KNAG.[9]