Genus ini meeupakan yang paling dikenal bersamaan dengan genus Gyrinops, sebagai penghasil utama kayu gaharu yang mengandung resin yang digunakan dalam produksi dupa aromatik, terutama pada spesies Aquilaria malaccensis.[1][2] Semakin sedikitnya pohon-pohon liar karena penebangan sembarangan untuk gaharu telah mengakibatkannya menjadi terdaftar sebagai tumbuhan yang terancam punah sehingga menjadi dilindungi.[1][2][3] Proyek saat ini sedang berlangsung di beberapa negara di Asia Tenggara untuk menginfeksi pohon Aquilaria yang dibudidayakan secara artifisial untuk menghasilkan gaharu secara berkelanjutan.[3] Di Indonesia misalnya ada usulan untuk mendorong penanaman gaharu di kawasan timur Indonesia, khususnya di Provinsi Papua.[4]
123Ng, L.T., Chang Y.S. and Kadir, A.A. (1997) "A review on agar (gaharu) producing Aquilaria species" Journal of Tropical Forest Products 2(2): pp. 272-285
12Barden, Angela (2000) Heart of the Matter: Agarwood Use and Trade and CITES Implementation for Aquilaria malaccensis TRAFFIC International, Cambridge, ISBN1-85850-177-6
123Broad, S. (1995) "Agarwood harvesting in Vietnam" TRAFFIC Bulletin 15:96