Latar belakang
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menyelenggarakan Anugerah KPI 2020. Anugerah yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini merupakan bentuk penghargaan serta apresiasi tertinggi dari KPI kepada lembaga penyiaran atas kerja keras dan komitmennya dalam membuat dan menyuguhkan program-program siaran yang baik, berkualitas, mendidik sekaligus menghibur meskipun dalam situasi sulit karena pandemi COVID-19.
Menangkap kondisi tersebut, dalam Anugerah kali ini, KPI memutuskan mengambil tema “Semangat Kreativitas Di Tengah Wabah”. Menurut Wakil Ketua KPI Pusat yang juga PIC Anugerah KPI 2020, Mulyo Hadi Purnomo, tema ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus penyemangat bagi lembaga penyiaran menghadapi dampak dari pandemi COVID-19.
Dalam penyelenggaraan Anugerah KPI 2020 ini, KPI telah menerima sebanyak 235 program acara TV serta 144 program acara radio yang disiarkan atau ditayangkan medio November 2019 sampai November 2020. Program-program tersebut akan memperebutkan 20 kategori yang diperlombakan dalam penganugerahan tahun ini.
Ada dua kategori baru atau tambahan dalam Anugerah KPI 2020 yakni Kategori Konten Lokal TV SSJ (Stasiun Siaran Jaringan) dan Kepala Daerah Inspirasi Penyiaran. Dalam penganugerahan tahun ini, panitia mengganti kategori Lifetime Achievement dengan Kategori Lembaga Penyiaran Peduli Pandemi untuk Radio dan TV. Hal ini sangat berkaitan dengan situasi yang terjadi, di mana KPI memberi penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pada lembaga penyiaran yang memiliki konsen dan tetap memiliki kepedulian tinggi meskipun dalam situasi sulit karena pandemi. Kepedulian itu dilihat dari tayangan Iklan Layanan Masyarakat, perilaku presenter yang tampak dan terdengar, dan program khusus dalam rangka kepedulian terhadap penanggulangan COVID-19. Hal inilah yang menjadi pertimbangan KPI.[3]
Sedangkan untuk Kategori Kepala Daerah Inspirasi Penyiaran, maksudnya adalah kepala daerah yang mampu memberikan kebijakan yang menginspirasi lembaga penyiaran, terutama lembaga penyiaran radio yang selama ini tersisihkan karena kehadiran televisi dan media baru.[4]
Adapun penilaian karya diserahkan kepada tim juri berjumlah 30 orang yang merupakan perwakilan dari Komisioner KPI Pusat, Anggota DPR RI, Pengamat Penyiaran, Sutradara Film, Jurnalis, Penulis, dan Seniman yang di antaranya Nurman Hakim, Noorca Marendra, Mayong Suryo Laksono, Paulus Widiyanto, HM. Syaiful Bahri Anshor, Sinansari Ecip, Makmur Makka, dan lainnya.[3]
Acara ini dimeriahkan oleh penampilan para penyanyi jebolan ajang pencarian bakat berupa jebolan D'Academy Indosiar yaitu Reza Zakarya dan Fildan Rahayu serta jebolan Indonesian Idol RCTI yaitu Novia Bachmid. Acara ini dibawakan oleh dua presenter berita televisi swasta nasional, yaitu Tomy Ristanto dari NET. dan Audrey Chandra dari Kompas TV.