Annales adalah karya sejarah yang ditulis oleh sejarawan dan senator Romawi Tacitus[1] yang mengisahkan sejarah Kekaisaran Romawi dari masa pemerintahan Tiberius hingga Nero pada tahun 14–68 Masehi.[2]Annales merupakan sumber penting bagi pemahaman modern mengenai sejarah Kekaisaran Romawi pada abad ke-1 M.[3] Karya ini merupakan karya terakhir Tacitus dan secara umum dianggap oleh para sejarawan modern sebagai magnum opus Tacitus,[4] yang menurut sejarawan Ronald Mellor merupakan "puncak penulisan sejarah Romawi".[5]
Historiae dan Annales karya Tacitus secara keseluruhan berjumlah 30 buku, meskipun para cendekiawan masih berbeda pendapat mengenai pembagian beberapa buku ke dalam masing-masing karya. Menurut pembagian tradisional, Historiae terdiri atas 14 buku, sedangkan Annales terdiri atas 16 buku. Dari 30 buku yang disebutkan oleh Hieronimus, sekitar setengahnya masih bertahan hingga kini.[2]
Para cendekiawan modern meyakini bahwa sebagai senator Romawi, Tacitus memiliki akses terhadap Acta Senatus, yaitu catatan senat Romawi, yang menjadi landasan kuat bagi penulisan karyanya.[4] Meskipun Tacitus menyebut sebagian karyanya sebagai "annales saya" (catatan tahunan saya), judul Annales yang digunakan saat ini bukan berasal dari Tacitus sendiri, melainkan diambil dari struktur penulisannya yang disusun menurut urutan tahun.[2][3] Nama manuskrip yang saat ini masih ada tampaknya adalah "Buku-buku Sejarah Sejak Wafatnya Augustus yang Didewakan" (Ab Excessu divi Augusti Historiarum Libricode: la is deprecated ).[6]
Annales merupakan karya terakhir Tacitus dan menjadi sumber penting bagi pemahaman modern mengenai sejarah Kekaisaran Romawi dari awal masa pemerintahan Tiberius pada 14 M hingga akhir masa pemerintahan Nero pada 68 M.[3] Tacitus menyusun Annales dalam setidaknya 16 buku, tetapi buku 7–10 dan beberapa bagian buku 5, 6, 11, dan 16 telah hilang.[3]
Periode yang dibahas dalam Historiae (yang ditulis sebelum Annales) dimulai pada tahun 69 M, yaitu enam bulan setelah kematian Nero dan berlanjut hingga kematian Domitianus pada tahun 96.[3] Tidak diketahui kapan Tacitus mulai menulis Annales, tetapi pada tahun 116 M ia memasuki tahap lanjut penulisan karya tersebut.[2] Para akademisi modern meyakini bahwa sebagai seorang senator, Tacitus memiliki akses terhadap Acta Senatus, yaitu catatan senat Romawi, yang menjadi landasan kuat bagi penulisan karyanya.[4]
Historiae dan Annales secara keseluruhan berjumlah 30 buku.[2] Ketiga puluh buku tersebut disebutkan oleh Santo Hieronimus, dan sekitar setengahnya masih bertahan hingga kini. Meskipun para akademisi berbeda pendapat mengenai pembagian beberapa buku ke dalam masing-masing karya, secara tradisional, 14 buku dianggap sebagai bagian dari Historiae dan 16 buku sebagai bagian dari Annales.[2] Teman Tacitus, Plinius, menyebutnya sebagai "historiae-mu" (sejarah-sejarahmu) ketika menulis surat kepada Tacitus mengenai karya-karya awalnya.[2] Meskipun Tacitus menyebut sebagian karyanya sebagai "annales saya", judul Annales yang digunakan saat ini bukan berasal dari Tacitus sendiri, melainkan berasal dari struktur penulisannya yang disusun menurut urutan tahun.[2][3]
Dari 16 buku Annales, masa pemerintahan Tiberius dibahas dalam enam buku, dan hanya Buku 5 yang hilang. Keenam buku tersebut terbagi dengan rapi ke dalam dua kelompok yang masing-masing terdiri dari tiga buku, yang mencerminkan perubahan iklim politik yang terjadi selama periode tersebut.[3]
Enam buku berikutnya membahas masa pemerintahan Caligula dan Claudius. Buku 7 hingga 10 telah hilang. Buku 11 dan 12 mencakup periode sejak pengkhianatan Messalina hingga berakhirnya masa pemerintahan Claudius.
Empat buku terakhir membahas masa pemerintahan Nero dan Buku 16 terputus di pertengahan tahun 66 M.[3] Akibatnya, bagian yang seharusnya membahas dua tahun terakhir masa pemerintahan Nero telah hilang.[2]
Isi dan gaya penulisan
Tacitus mendokumentasikan sistem pemerintahan Kekaisaran Romawi. Ia memilih untuk memulai karyanya dengan kematian Kaisar Augustus pada 14 M dan suksesinya oleh Tiberius.[4]
Pada Historiae, Tacitus mempertahankan tesisnya akan pentingnya Principatus. Ia kembali menyatakan bahwa Augustus memberikan dan menjamin damainya negara setelah perang sipil yang berlangsung bertahun-tahun, tetapi di sisi lain, ia menunjukkan sisi gelap dari kehidupan di bawah pemerintahan para Kaisar. Sejarah dimulainya principatus juga merupakan sejarah dari berakhirnya kebebasan politik yang aristokrasi senat, yang dipandang Tacitus sebagai kemerosotan moral, korup, dan ketaatan buta terhadap sang kaisar, telah nikmati selama masa republik. Selama masa pemerintahan Nero, terdapat difusi luas karya sastra yang berpihak pada exitus illustrium virorum ("akhir dari kemahsyuran manusia") yang sifatnya merusak. Kemudian, seperti pada karyanya, Agricola, Tacitus menentang mereka yang memilih kemartiran yang tidak berguna melalui tindakan bunuh diri yang sia-sia.
Dalam Annales, Tacitus melanjutkan perbaikan gaya penggambarannya yang ia telah gunakan dengan sangat baik dalam Historiae. Penggambaran terbaik mungkin jatuh pada penggambaran Tiberius, yang digambarkan secara tidak langsung, dilukiskan secara progresif sepanjang alur narasi, dengan penambahan pengamatan dan komentar sepanjang narasi untuk mengisi detail-detail.[2] Tacitus menggambarkan Tiberius dan Nero sebagai tiran yang menimbulkan ketakutan terhadap subjek mereka.[2] Namun, meskipun ia memandang Tiberius sebagai seseorang yang sebelumnya merupakan seorang pria yang hebat, Tacitus menganggap Nero hanyalah sebagai orang yang kejam.[2]
16-19 M: Perang di Germania berlanjut. Libo Drusus, Piso, dan Asinius Gallus menentang Tiberius. Pemberontakan Tacfarinas. Germanicus ditugaskan di Asia Kecil, diikuti oleh kematiannya.
3
20-22 M: Pemakaman Germanicus. Politik dalam negeri dan urusan hukum di Roma. Awal dari Perang Galia. Pemberontakan Tacrafinas berlanjut.
4
23-28 M: Meningkatnya pengaruh Sejanus yang meracuni Drusus. Berakhirnya pemberontakan Tacrafinas. Perang di Trakia. Agrippina mengambil langkah. Tiberius meninggalkan ibu kota, mula-mula menuju Campania, kemudian ke Capri. Kebakaran di Bukit Caelian, Roma. Dihukumnya Titius Sabinus.
5
29 M: Kematian Permaisuri Livia (buku tidak selesai). [31 M: Kejatuhan Sejanus.]
6
32-37 M: Pembersihan politik setelah kejatuhan Sejanus. Perang Partia. Kebakaran di Bukit Aventine, Roma. Kematian Tiberius.
11
47-48 M: Masa pemerintahan Claudius(sejak tahun 41; tahun-tahun sebelumnya hilang). Penuntutan terhadap Suillius. Pergolakan di Armenia. Corbulo memadamkan pemberontakan Frisia. Hak-hak senat diperluas ke provinsi-provinsi. Eksekusi Messalina.
12
49-54 M: Claudius menikah kembali dan mengadopsi Nero. Penyesuaian dengan Partia. Pomerium diperluas. Invasi Britania Raya berlanjut dengan kampanye melawan Caratacus. Gangguan-gangguan di Armenia. Pengeringan Danau Fucino. Kematian Claudius.
13
54-59 M: Nero menjadi kaisar; pembunuhan Britannicus. Berlanjutnya konflik dengan Partia terkait Armenia. Roma menemui bencana di Armenia, diselamatkan oleh Corbulo. Perang dengan dan di antara suku-suku Jermanik berlanjut.
14
59-62 M: Nero membunuh ibunya, Agrippina. Neronia didirikan. Corbulo memperbaiki posisi Romawi di Armenia. Di Britania, suku Iceni memberontak di bawah kepemimpinan Boudica. Pengadilan kriminal dan pembersihan politik di Roma. Pembunuhan Rubellius Plautus dan Octavia.
15
62-65 M: Kekalahan Romawi di Armenia, meskipun dijadikan seolah-olah sebagai suatu kemenangan; namun diikuti oleh penyesuaian lebih lanjut dengan Partia, Raja Armenia Tiridates pergi ke Roma untuk menjadi vasal nominal Roma. Terjadinya Kebakaran Besar Roma. Konspirasi Pisonian gagal. Seneca dan Lucanus dipaksa bunuh diri.
16
65-66 M: Penganiyaan terhadap kaum bangsawan terus berlanjut; kematian Petronius. Sekelompok filsuf Stoik berkomplot melawan Nero. Para konspirator, Thrasea Paetus dan Barea Soranus, dibunuh. Dua tahun terakhir masa pemerintahan Nero hilang.
Asal-usul dan keaslian
Biara Corven di Jerman, lokasi ditemukannya Annales buku 1–6.[8]
Sejak abad ke-18, setidaknya terdapat lima upaya untuk mempertanyakan keaslian Annales sebagai karya yang ditulis oleh seseorang selain Tacitus; kritik Voltaire mungkin merupakan yang pertama.[9] Voltaire secara umum kritis terhadap Tacitus dan mengatakan bahwa Tacitus tidak memenuhi standar untuk memberikan latar belakang sejarah suatu peradaban.[10] John Wilson Ross pada tahun 1878 dan Polydore Hochart pada tahun 1890 berpendapat bahwa seluruh bagian Annales telah dipalsukan oleh seorang cendekiawan Italia, Poggio Bracciolini (1380–1459).[11][12][13] Menurut Robert Van Voorst, dugaan ini adalah sebuah "hipotesis ekstrem" yang tidak pernah memperoleh dukungan di kalangan cendekiawan modern.[13] Namun, Voorst tidak menanggapi satu pun keberatan Ross mengenai berbagai dugaan ketidakauratan historis dalam Annales, melainkan hanya mengkritik beberapa poin yang dikemukakan Hochart dalam sebuah catatan kaki.
Asal-usul naskah-naskah yang memuat Annales dapat ditelusuri kembali hingga ke masa Renaisans. Sementara Bracciolini menemukan tiga karya minor Tacitus di Biara Hersfeld, Jerman pada tahun 1425, Zanobi da Strada (yang meninggal pada tahun 1361) kemungkinan telah terlebih dahulu menemukan Annales buku 11–16 di Biara Monte Cassino, tempat ia pernah menetap selama beberapa waktu.[8][14] Salinan naskah Annales di Monte Cassino kemungkinan dipindahkan ke Firenze oleh Giovanni Boccaccio (1313–1375), sahabat da Strada, yang juga dianggap berjasa atas penemuan naskah tersebut di Monte Cassino.[14][15][16] Terlepas dari apakah naskah-naskah di Monte Cassino dipindahkan ke Firenze oleh Boccaccio atau da Strada, Boccaccio memanfaatkan Annales ketika menulis Commento di Dante sekitar tahun 1374 (sebelum kelahiran Poggio Bracciolini), dengan mengisahkan kematian Seneca secara langsung berdasarkan uraian Tacitus dalam Annales buku 15.[17][18] Francis Newton menyatakan bahwa Annales buku 11–16 kemungkinan besar berada di Monte Cassino selama paruh pertama masa kepemimpinan Abbas Desiderius (1058–1087) yang di kemudian hari menjadi Paus Viktor III.[19]Annales buku 1–6 ditemukan secara terpisah di Biara Corvey, Jerman pada tahun 1508 oleh Giovanni Angelo Arcimboldi, yang kemudian menjabat sebagai Uskup Agung Milan. Naskah tersebut pertama kali diterbitkan di Roma pada tahun 1515 oleh Beroaldus atas perintah Paus Leo X, yang selanjutnya menyimpan manuskrip tersebut di Perpustakaan Medicea, Firenze.[8]
Dalam budaya populer
Annales muncul dalam novel Dressed for Death (1994), novel ketiga dalam seri Commissario Brunetti karya Donna Leon. Tokoh utama dalam novel membaca Annales pada waktu luangnya di malam hari, dan novel tersebut memuat berbagai rujukan terhadap karya itu.
Dalam novel The Master and Margarita karya Mikhail Bulgakov, Annales juga disebutkan ketika Berlioz, penyunting MASSOLIT, menyatakan bahwa penyebutan penyaliban Yesus Kristus di dalam Annales merupakan sisipan palsu yang ditambahkan belakangan dan bukan ditulis oleh Tacitus.
Dalam cerita pendek The Garden of Forking Paths karya Jorge Luis Borges, ketika tokoh utama, Yu Tsun, menaiki kereta api untuk menjalankan misi terakhirnya di kota fiktif Ashgrove, salah seorang dari sedikit penumpang yang ditemuinya adalah seorang pemuda yang sedang tekun membaca Annales.
Tacitus juga disebutkan secara singkat dalam The Mysteries of Udolpho karya Ann Radcliffe, jilid VI, bab VIII.
123456789101112The Annals: The Reigns of Tiberius, Claudius, and Nero by Cornelius Tacitus and J. C. Yardley ISBN0-19-282421-X halaman Oxford ii hingga xxvii
12345678Tacitus and the Writing of History oleh Ronald H. Martin 1981 ISBN0-520-04427-4 halaman104–105
1234The annals oleh Cornelius Tacitus, Anthony John Woodman 2004 ISBN0-87220-558-4 halaman x hingga xx
↑Mellor, Ronald (2010). Tacitus' Annals. Oxford: Oxford University press. hlm.23. ISBN978-0-19-515192-3.
↑Thayer, Bill. "Tacitus". Lacus Curtius. University of Chicago. Diakses tanggal 13 April 2023.
123Latin Literature: A History oleh Gian Biagio Conte, Don P. Fowler, Glen W. Most dan Joseph Solodow (4 November 1999) ISBN0-8018-6253-1 Johns Hopkins University Press halaman 543
↑Clarence W. Mendell, Tacitus: The Man And His Work (Yale University Press/Oxford University Press, 1957) halaman 219.
↑The Classical Foundations of Modern Historiography oleh Arnaldo Momigliano dan Riccardo Di Donanto ISBN0-520-07870-5 Univ California Press 1992 page 127
↑John Wilson Ross, Tacitus and Bracciolini: The Annals Forged In The XVth CenturyISBN978-1-4068-4051-3. Diterbitkan pertama kali oleh London: Diprose and Bateman, 1878.
↑Polydore Hochart 1890, De L'Authenticité Des Annales Et Des Histoires de Tacite diterbitkan ulang oleh Bibliobazar, 2009 ISBN1-103-22125-6
12Robert Van Voorst Jesus Outside the New Testament: An Introduction to the Ancient Evidence 2000 ISBN0-8028-4368-9 halaman 42
12Medieval Italy: An Encyclopedia oleh Christopher Kleinhenz (November 2003) ISBN0-415-93931-3 halaman 1174
↑The Scriptorium and Library at Monte Cassino, 1058–1105 oleh Francis Newton (29 April 1999) ISBN0-521-58395-0 Cambridge University Press halaman 327
↑The Fortunes of Apuleius oleh Julia Haig Gaisser (3 Januari 2008) ISBN0-691-13136-8 Princeton University Press halaman93–94
↑The Deaths of Seneca oleh James Ker ISBN0-19-538703-1 Oxford University Press 2009 halaman 201
↑Boccaccio's Expositions on Dante's Comedy oleh Giovanni Boccaccio, Michael Papio 2009 ISBN0-8020-9975-0 University of Toronto Press halaman 233, lihat juga PDF fileDiarsipkan 28 Januari 2019 di Wayback Machine.
↑The Scriptorium and Library at Monte Cassino, 1058–1105 oleh Francis Newton (29 April 1999) ISBN0-521-58395-0 Cambridge University Press halaman104–105