Anna dari Châtillon (1154 – skt. 1184) merupakan seorang Ratu Hungaria dari tahun 1172 sampai 1184 sebagai istri pertama Béla III.
Penemuan kebetulan dari makamnya yang utuh selama Revolusi Hungaria 1848 memberi kesempatan demonstrasi patriotik. Ia adalah satu-satunya ratu Hungaria dari abad ke-12 yang jenazahnya dipelajari oleh para ilmuwan, dan penampilannya direkonstruksi.
Tanggal kelahiran Anna tidak pasti, diperkirakan bahwa ia lahir segera setelah pernikahan rahasia orang tuanya, yang dilangsungkan sebelum bulan Mei 1153. Keyakinan paling umum tentang historiografi adalah bahwa Anna lahir pada tahun 1154.[5] Pada saat pembaptisannya ia mungkin menerima nama Agnes.[6]
Di Konstantinopel. Pernikahan
Ayahandanya ditangkap oleh orang-orang Muslim pada bulan November 1160 dan ditahan di Aleppo selama lima belas tahun berikutnya. Putri Constance meninggal pada sekitar tahun 1163/67, dan pada sekitar tahun 1170 Anna pergi ke Konstantinopel, di mana kakak tirinya, Maria tinggal sebagai istri Kaisar BizantiumManouel I Komnenos.[7] Atas permintaan Kaisar, Anna menikah dengan kaisar Alexius (lahir pangeran Béla dari Hungaria), yang bertunangan dengan putri Kaisar, Maria Komnena sampai kelahiran putra Manouel, Alexius pada tahun 1166. Tanggal pernikahan Anna dan Alexius tidak diketahui; diyakini mungkin berlangsung pada sekitar tahun 1168[8] dan tidak lebih dari tahun 1172.[9] Di dalam historiografi, ada dua prefiks tanggal pernikahan: September 1169[10] dan Maret 1171.[11]
Ia menerima nama Anna di istana kerajaan. Di dalam dokumen Hungaria ia selalu muncul dengan nama barunya,[12] mungkin karena Agnes merupakan nama yang langka di masa itu.
Berkat Anna pola budaya Prancis disebarkan di Kerajaan Hungaria.[14]
Aktivitas Ratu yang juga terhubung dengan kehadiran di Hungaria dari Bourgogne rahib-rahib Sistersien pertama. Anna dapat tetap berhubungan dengan Sistersien Bourgogne melalui hubungan leluhur. Biara Sistersien pertama di Hungaria, yang didirikan pada tahun 1182, sebenarnya terkait erat dengan tiga biara Sistersien yang terletak di dekat Pontigny dan wilayah sekitarnya termasuk milik wangsa Donzy, dari mana Anna berasal.[15]
Keturunan
Anna dan Béla memiliki keturunan sebagai berikut:[16]
Tanggal kematian Anna tidak tercatat dalam sumber kontemporer manapun, namun diperkirakan bahwa ia meninggal pada tahun 1184,[19] walaupun mungkin ia meninggal sedikit lebih awal daripada itu.[20]
↑Bernard Hamilton, The Leper King and His Heirs: Baldwin IV and the Crusader Kingdom of Jerusalem, (Cambridge University Press, 2000), 104-105.
↑Guida Myrl Jackson-Laufer, Women Rulers Throughout the Ages: An Illustrated Guide, (ABC-CLIO, 1999), 104.
↑M. Wertner: Az Árpádok családi története, Nagy-Becskerek 1892, p. 359; History of Hungary, ed. E. Pamlenyi, London 1975, p. 60, 608; J. Louda, M. MacLagan: Lines of Succession: Heraldry of the Royal Families of Europe, ed. II, London 1999, table 89.
↑Chronicler Alberic of Trois-Fontaines named Agnes one of the three daughters born from Constance and Raynald who was also the wife of the King of Hungary Béla (Chronica Albrici Monachi Trium Fontium [in:] Monumenta Germaniae Historica, XXIII, Hannover 1874, pp. 849–850). By contrast, in a fragmentary manuscript preserved from Lignages d'Outre-Mer and stored in the Vatican Library (Vaticanus Latinus 7806, Il parentado de Beimonte principe 9, fol. 172), are mentioned only two daughters from Constance and Raynald, who are named Joanna and Maria.
↑S. Runciman: A History of the Crusades, t. II, Harmandsworth 1978, p. 365.
↑V. ö. Városy: Antiochiai Anna királyné, "Századok. A Magyar Történelmi Társulat Közlönye", 1886, p. 866.
↑P. Gautier: Les lettres de Grégoire, higoumène d'Oxia, "Revue des études byzantines", 31–32, 1973, p. 206: After the birth of the heir to Byzantine throne, the Emperor broke off the engagement between his daughter Maria and Caesar Alexius (later Bela III) and as a compensation he was married with the sister of Empress Maria of Antioch.
↑G. Lukács: La Hongrie et la civilisation, Paris 1929, p. 361; A. Echols, M. Williams: An annotated index of medieval women, New York-Oxford 1992, p. 53; G. Moravcsik: Byzantium and the Magyars, Budapest–Amsterdam 1970, p. 129; G. Klaniczay: The chaste prince and the athleta patriae [in:] G. Klaniczay: Holy Rulers and Blessed Princesses. Dynastic Cults in Medieval Central Europe, Budapest 2002, p. 184. In many publications emphasizes, however, that Béla III followed the Western European model after his life at the Byzantine court of Manuel I.
↑M. M. de Cevins: Les implantations cisterciennes en Hongrie médiévale [in:] Unanimité et diversité cisterciennes, ed. Nicole Bouter, Saint-Étienne 2000, pp. 458–459; F. L. Hervay, Ciszterciek [in:] G. Kristo (ed.): Korai magyar térténeti lexikon, Budapest 1994, p. 473, 479-480.
↑Ildikó Hankó: Királyaink tömegsírban, 2004, attributed a seventh child to Anna, an unnamed daughter. K. Éry, A.Marcsik, J. Nemeskéri, F. Szalai: Embertani vizsgálatok III. Béla és Antiochiai Anna földi maradványán [in:] 150 éve történt? III. Béla és Antiochiai Anna sírjának fellelése, Székesfehérvár 1999, p. 11.