Lahir di Cooma, Taylor dibesarkan di wilayah perdesaan New South Wales. Ia merupakan alumni dari Universitas Sydney dan Universitas Oxford. Ia bersekolah di Oxford dengan beasiswa Rhodes. Sebelum masuk ke dunia politik, Taylor bekerja sebagai seorang konsultan manajemen dan aktif di bidang agrobisnis. Taylor dipilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Australia pada pemilu 2013, menjadi seorang wakil menteri dibawah pemerintahan Malcolm Turnbull pada 2015, dan Menteri Penegakan Hukum dan Keamanan Siber pada 2017. Di pemerintahan Scott Morrison, Taylor menjabat sebagai Menteri Energi, Menteri Energi dan Pengurangan Emisi, serta Menteri Industri, Energi, dan Pengurangan Emisi.
Taylor lahir pada 30 September 1966 di Cooma, New South Wales dari Anne dan Peter Taylor. Ia dibesarkan dengan 3 saudara lainnya di properti keluarga mereka bernama "Bobingah",[5] sebuah peternakan domba dan sapi di Nimmitabel. Ia memiliki darah Yahudi melalui neneknya.[6]
Ayah Taylor merupakan peternak domba generasi keempat.[7] Kakeknya dari pihak ibu adalah William Hudson, seorang insinyur.[8] Ibunya meninggal akibat kanker pada 1988 di usia 48 tahun. Saat bersamaan, harga wol dan daging sapi juga dihantam turun, menyulitkan kondisi keluarga secara keuangan.[9] Pada akhirnya, ayahnya diangkat sebagai Presiden Petani NSW dan Wakil Presiden Federasi Petani Nasional.[10]
Taylor bekerja sebagai konsultan manajemen[17] dan membantu meluncurkan beberapa perusahaan agrobisnis baik bersama keluarganya maupun dengan mitra bisnis lainnya, termasuk Growth Farms.[10]
Saat itu, Taylor meluncurkan perusahaan agrobisnis berbasis digital bernama Farmshed.[9] Ia meyakinkan perusahaan tempatnya bekerja, McKinsey, untuk mendukung proyek tersebut bersama Wesfarmers, Rural Press, dan kemudian JB Were dan NAB. Berbasis di Surry Hills, Taylor menjabat sebagai Direktur Pelaksana. Namun, ketika Wesfarmers bergabung dengan IAMA, mereka mulai melihat Farmshed sebagai sesuatu yang merugikan bisnis mereka sendiri. Bisnis daring tersebut gagal, dengan kerugian beberapa juta dolar.[9]
Taylor kemudian menjadi direktur di Port Jackson Partners, sebuah perusahaan konsultan manajemen Australia. Selama masa jabatannya, ia menjadi anggota gugus tugas pemerintah Victoria untuk menyelidiki pengembangan industri gas batubara di negara bagian tersebut.[19] Dalam laporannya pada November 2013, gugus tugas tersebut merekomendasikan agar negara bagian Victoria mempromosikan produksi pasokan gas tambahan yang sebagian besar berasal dari darat.[19] Ia juga pernah bekerja sebagai direktur Program Pengembangan Eksekutif Rabobank untuk para petani terkemuka di Australia dan Selandia Baru, serta Program Manajer Pertanian mereka yang berfokus pada petani muda.[20]
Karir politik
Taylor pertama kali menunjukkan minatnya terhadap dunia politik ketika ia masih bersekolah di Oxford. Pada usia 26 tahun, ia menjadi anggota Partai Liberal Australia.[21] Ia secara sukarela bekerja sebagai seorang staf untuk anggota parlemen New South Wales Barry O'Farrell. O'Farrell membujuk Taylor untuk berkarir sebelum berpolitik, maka ia pindah menjadi seorang konsultan.[22] Sekitar 20 tahun kemudian, ia bertemu dengan John Howard dalam sebuah acara penggalangan dana Heart Foundation dimana Perdana Menteri Howard sendiri membujuk Taylor untuk masuk ke dunia politik.[9] Mendengar bahwa Alby Schultz, anggota dari Hume akan mempertimbangkan pensiun pada 2011,[9] Taylor memindahkan keluarganya dari Woolhara ke Southern Tablelands, di sebuah peternakan luar Goulburn dan menyekolahkan anaknya di sekolah setempat.[23]
Pada April 2012, Schultz mengumumkan bahwa ia tidak akan mencalonkan kembali sebagai anggota Dewan Perwakilan Australia untuk pemilu 2013 dan Taylor aktif berkampanye menggalang dukungan mengharapkan percalonan sebagai anggota Partai Liberal. Ia berhasil dengan hasil suara 26 dari 33.[21] Salah satu calon yang dikalahkan Taylor yakni Rick Mandelson kemudian mendukung Taylor karena "akal sehat lebih diperlukan di Parlemen bersama dengan seseorang yang bekerja nyata, bukan cuma akademisi, sarjana hukum atau perwakilan serikat".[24]
Istrinya, Louise Clegg, mengundurkan diri dari posisinya sebagai pengacara dan profesor sarjana hukum untuk mengelola kampanye Taylor "dengan presisi militer dan dukungan keuangan solid".[23] Catatan juga mencatat bahwa Taylor sendiri mendanai kampanyenya selama 2012-2013.[25] Dibawah peraturan Koalisi, Partai Nasional Australia memiliki hak untuk mencalonkan penantang bagi Taylor namun mereka memutuskan untuk tidak menantangnya.[26] Taylor dipilih sebagai anggota parlemen dari Hume dengan 61% suara di pemilihan dua partai dan 54% secara keseluruhan.[27] Ia kemudian duduk di bangku belakang pihak pemerintahan yang dipimpin oleh perdana menteri baru Tony Abbott. Saat diwawancara tentang karirnya sebagai anggota DPR, Taylor menyatakan bahwa pada awalnya "Aku benci, maksudku benar-benar benci, bertele-tele. Aku bersikeras menyelesaikan sesuatu. Namun justru itulah spesialisasi pemerintah. Spesialisasinya adalah bertele-tele. Mencegah apa pun terjadi, atau bersikeras mengambil jalan terjauh. Aku bekerja sebagai pengantar."[9]
Segera setelah menjabat sebagai anggota parlemen biasa, Taylor menyerukan perombakan target energi terbarukan, yang hingga saat itu didukung oleh Partai Liberal. Ia menulis dan menyebarkan sebuah makalah yang menguraikan berapa banyak proyek energi terbarukan, khususnya energi angin,[28] yang malah membuat anggaran listrik mahal dan mengajukan skema pengurangan emisi yang lebih murah.[29] Dia sangat mendukung peralihan ke gas alam sebagai "cara yang lebih baik untuk mengurangi emisi karbon".[30] Pada beberapa kesempatan, ia menggunakan bahasa yang provokatif terhadap pendukung energi angin, menggambarkan mereka sebagai "agama iklim baru".[31] Sebagai pembicara di "Wind Power Fraud Rally", Taylor mengkritik energi angin sekaligus menerima perlunya mengurangi emisi:[32]
Saya bukan pencuriga perubahan iklim. Selama 25 tahun, saya khawatir tentang bagaimana peningkatan emisi karbon dioksida akan berdampak terhadap lingkungan kita. Hal ini akan tetap menjadi masalah saya hari ini. Saya tidak memiliki dendam terhadap energi diperbarukan. Kakek saya adalah William Hudson - beliau adalah Komisaris dan Kepala Insinyur pertama dari Proyek Snowy, proyek energi terbarukan terbesar di Australia. Beliau percaya pada energi terbarukan, dan energi terbarukan telah mengalir dalam darah saya sejak saya lahir.[32]
Peran awal di parlemen
Taylor mulai bekerja di komite parlemen yang menangani masalah ketenagakerjaan, perdagangan dan pertumbuhan investasi, serta akuntabilitas publik.[33] Dalam forum-forum ini, ia menentang peningkatan utang pemerintah, dengan mengatakan bahwa kemakmuran jangka panjang Australia ditandai oleh upah riil yang tinggi dan ketidaksetaraan yang rendah, dan bahwa hanya dengan meningkatkan produktivitas dan partisipasi, kemakmuran Australia yang berbasis luas akan terus berlanjut.[34] Taylor tidak diberikan sebuah portfolio pemerintah oleh Abbott pada masa bakti parlemen ini. Australian Financial Review menyatakan bahwa Taylor "dibiarkan terlantar"[9] yang kemudian dispekulasi oleh The Guardian bahwa politikus lain "memiliki jaringan politik yang mendalam".[23]
Catatan kaki
↑The position of "Deputy Leader in the House of Representatives" is held by Hastie. As Hume is a member of the Senate, it was necessary to elect a House-only deputy for procedural reasons.
12"Brothers in farms". weeklytimesnow.com.au (dalam bahasa Inggris). 26 May 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 June 2020. Diakses tanggal 24 June 2020.