Angkatan Udara Kerajaan Kamboja dipimpin oleh Letnan Jenderal Soeung Samnang, yang memiliki empat wakil komandan di bawahnya. Angkatan Udara itu sendiri berada di bawah yurisdiksi dari Departemen Pertahanan Nasional.
Karena tidak memiliki pesawat tempur operasional, Kamboja tidak mampu menanggapi atau mencegat operasi udara yang dilakukan oleh Angkatan Udara Kerajaan Thailand. Sebaliknya, Thailand memiliki aset tempur modern, termasuk F-16 Fighting Falcon dan JAS-39 Gripen, yang menunjukkan superioritas udara Thailand. Akibatnya, Kamboja harus bergantung sepenuhnya pada sistem pertahanan udara berbasis darat, yang tidak cukup untuk menciptakan keseimbangan kekuatan militer.