Aloe marlothii yang juga dikenal sebagai lidah buaya gunung atau lidah buaya berbunga datar, adalah spesies lidah buaya besar asal Afrika Selatan. Tanaman ini biasanya memiliki batang tunggal dan tumbuh di daerah berbatu atau datar yang terbuka, dengan tinggi yang kadang mencapai hingga 6 meter.
Deskripsi
Spesies lidah buaya ini dinamai menurut Rudolf Marloth, seorang ahli botani Afrika Selatan kelahiran Jerman. Tanaman ini memiliki roset daun abu-abu kehijauan yang besar dan kokoh, dengan daun yang dapat mencapai panjang 1,8 meter, lebar 30 cm, dan tebal sekitar 4 cm. Permukaan bawah daun yang cembung biasanya tertutup duri pendek, sementara permukaan atas yang cekung lebih sedikit durinya. Seperti banyak lidah buaya rimpang lainnya, daun muda lebih berduri, tetapi seiring pertumbuhan tanaman dan meningkatnya ketinggian yang membuatnya kurang rentan terhadap penggembalaan, sebagian besar duri hilang. Batangnya biasanya tertutup rapat oleh daun tua yang layu.[3]
Perbungaan Aloe marlothii berbentuk malai bercabang dengan 30 hingga kadang 50 rasia, dengan warna bunga yang bervariasi dari kuning hingga oranye yang paling umum, dan kadang merah cerah. Mekarnya terjadi selama musim dingin, dengan cabang horizontal khas yang menjadi ciri pembeda dari lidah buaya lain, sehingga tanaman ini juga dikenal sebagai lidah buaya berbunga datar. Bunga yang padat cenderung mengarah ke atas dari tandan bunga. Saat tidak berbunga, spesies ini mudah disalahkan dengan Aloe excelsa, serta Aloe ferox dan Aloe africana yang memiliki penampilan serupa di wilayah selatan.[4][5]
Persebaran
Sebaran Aloe marlothii membentang dari Cagar Alam Klipriviersberg di Johannesburg, melintasi timur Botswana, ke utara melalui Soutpansberg hingga Zimbabwe dan Malawi, serta ke timur melalui Eswatini dan Mozambik hingga mencapai pantai. Di seluruh wilayah ini, tanaman ini sangat umum dijumpai di daerah pegunungan, sehingga mendapat julukan lidah buaya gunung. Spesies ini juga menunjukkan bentuk peralihan yang menghubungkannya dengan Aloe spectabilis Reynolds dari KwaZulu-Natal. Selain itu, Aloe marlothii berperan dalam pembentukan hibrida alami dengan sekitar 30 spesies lidah buaya lainnya.[6]