Alloteropsis semialata, yang secara umum dikenal sebagai black seed grass, cockatoo grass, donkersaad gras, swartsaadgras, tweevingergras, dan isi quinti, adalah sejenis rumput perenial yang ditemukan di wilayah tropis Asia, Afrika, Madagaskar, dan Australasia.
Deskripsi
Tumbuhan ini biasanya mencapai tinggi 20–150 sentimeter (8–59in), tumbuh dari rizoma pendek berwarna putih.[2] Helaian daunnya biasanya berukuran panjang 10–50cm (4–19+1⁄2in) dan lebar 1–10 milimeter (1⁄16–3⁄8in). Tumbuhan ini menghasilkan bulir (spikelet) fertil berujung 2 bunga.[3]
Etimologi
Nama genus Allopteropsis berasal dari kata Yunani "allotrios", yang berarti "milik orang lain", dan "opsis", yang berarti penampilan. Epitet spesifik semialata berasal dari kata Latin "semi" (setengah) dan "ala" (sayap), merujuk pada tepi bersayap pada gluma bagian atas.[4]
Variasi
Spesies ini memiliki dua subspesies termasuk A.semialata subsp. semialata, yang menggunakan jalur fotosintesis C4, dan A.semialata subsp. eckloniana, yang menggunakan jalur fotosintesis C3.[5] Sebagai satu-satunya spesies tumbuhan yang diketahui menggunakan kedua jalur tersebut, ia menjadi model penting untuk studi evolusi fotosintesis. Terdapat berbagai fenotipe antara, termasuk fotosintesis C2.[6]
Biji dari spesies ini merupakan komponen penting dalam pola makan musim hujan bagi banyak burung pipit pemakan biji-bijian dan burung paruh bengkok. Rizomanya menjadi bagian dari sumber makanan di musim kemarau bagi beberapa hewan.[4]