Alice Fletcher lahir pada 15 Maret 1838, ketika orang tuanya sedang bermukim sementara di Kuba. Masa muda Fletcher ditandai dengan perjalanannya di Eropa, di mana ia mendapatkan paparan awal terhadap budaya dan tradisi luar negeri.[3]
Karier
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Alice Cunningham Fletcher melakukan studi awal mengenai peninggalan arkeologi di lembah Ohio dan Mississippi. Kemudian, ia memutuskan untuk menetap di antara suku Omaha di Nebraska. Pada tahun 1881 atau 1882, Flecther memulai penelitian lapangan di bawah naungan Museum Arkeologi dan Etnologi Peabody, Universitas Harvard, dengan tujuan untuk menyelidiki secara langsung adat istiadat dan tradisi masyarakat suku Sioux, Omaha, Winnebago, dan Pawnee.[3] Penelitian ilmiahnya mencakup berbagai aspek, antara lain tradisi, kebiasaan, sistem keuangan, musik, upacara adat, dan topik-topik arkeologi lainnya.[4]
Alice Cunningham Fletcher ditunjuk untuk melaksanakan proses alokasi tanah kepada suku Omaha pada tahun 1883 dan 1884.[3] Dalam kurun waktu tersebut, ia juga mengusahakan agar sejumlah anak suku Omaha mendapatkan pendidikan di sekolah-sekolah Indian di Carlisle, Pennsylvania, dan Hampton, Virginia. Ia juga melakukan penggalangan dana untuk mendukung pendidikan anak-anak Indian. Di bawah naungan Woman's National Indian Association, Alice Cunningham Fletcher mendirikan sebuah sistem pemberian pinjaman untuk kaum Indian yang berkeinginan membeli tanah dan mendirikan rumah sendiri. Pada tahun 1884 dan 1885, Fletcher menyusun serta mengirimkan sebuah pameran mengenai industri peradaban Indian ke Pameran New Orleans, yang disiapkan berdasarkan permintaan Indian Bureau. Selain itu, sebagai tanggapan terhadap resolusi Senat tertanggal 23 Februari 1885, Alice Cunningham Fletcher menghasilkan sebuah karya tulis berjudul Indian Civilization and Education yang menunjukkan analisis mendalamnya terhadap peradaban dan sistem pendidikan masyarakat Indian.[4]
Pada tahun 1886, Alice Cunningham Fletcher diutus oleh Komisaris Pendidikan untuk melakukan kunjungan ke Alaska dan Kepulauan Aleut untuk mempelajari kondisi masyarakat pribumi di wilayah tersebut. Laporan hasil penelitiannya kemudian diterbitkan secara utuh pada tahun 1888.[4]
Pada periode Juli 1887 hingga April 1889, Alice Cunningham Fletcher mendapatkan mandat serupa untuk mengalokasikan tanah suku Winnebago di Nebraska. Ia juga diutus menangangani tugas serupa pada tanah suku Nez Percé di Idaho[4] hingga tahun 1893.[3]
Pada tahun 1893, Alice Cunningham Fletcher memperkenalkan makalah mengenai musik Indian dalam Kongres Antropologi Internasional di Chicago, yang menjad awal pengembangan studi dalam cabang keilmuan tersebut. Di samping itu, Fletcher mencatat secara rinci upacara Hako suku Pawnee yang pernah ia amati pada awal tahun 1880-an dan kemudian direkam ulang pada tahun 1890-an. Penelitian dan karya ilmiahnya dengan penyusunan laporan tahunan ke-27 dari Bureau of American Ethnology.[3]