Pembentukan
Awal mula pembentukan partai ini dilakukan setelah Komeito memutuskan hubungan koalisi dengan Partai Demokrat Liberal Jepang yang baru saja memilih Sanae Takaichi sebagai ketua umum pada Oktober 2025. Komeito menyatakan pembubaran koalisi pemerintah karena perbedaan visi. Pada November 2025, Komeito mengumumkan "reformasi tengah" dan mengagas lima pilar reformasi yakni kebijakan luar negeri dan pertahanan yang realistis, serta reformasi konstitusi, politik dan elektoral.[3] Saat itu juga, Yoshihiko Noda dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDPJ) dan Tetsuo Saito dari Komeito menyerukan agar partai-partai sentrisme untuk bersatu. Noda sendiri memulai negosiasi rahasia dengan Komeito.
Partai ini diumumkan pada 15 Januari 2026 sebagai merger sentris dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDP) dan Komeito[4] menjelang rumor bahwa Sanae Takaichi akan meminta Kaisar Naruhito untuk membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat Jepang dan menyelenggarakan pemilu awal pada Februari 2026.[5] Komeito sebelumnya sudah memutuskan hubungan koalisi mereka dengan Partai Demokrat Liberal (LDP) pada Oktober 2025 dengan alasan skandal pendanaan politik dan ketidaknyamanan dengan pengeseran politik LDP yang semakin ke kanan setelah Sanae Takaichi menjadi ketua umum LDP.[6] Pendirian partai ini kerap dibandingkan dengan pembentukan Partai Batas Baru (NFP) yang aktif dari 1994 sampai 1997.[4] Partai Demokrat untuk Rakyat (DPFP) juga diajak oleh CDP dan Komeito untuk mengikuti merger ini, namun ketua umum DPFP Yuichiro Tamaki menolak tawaran tersebut pada 15 Januari.[7]
Pada 16 Januari, ketua umum CDP Yoshihiko Noda dan ketua umum Komeito Tetsuo Saito mengumumkan nama untuk partai baru tersebut dan bersamaan menghubungi Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang mengenai pendirian partai ini.[8][9][10] Mereka mengumumkan bahwa Kazunori Yamanoi, mantan Wakil Sekretaris Jenderal CDP akan menjadi Sekretaris Jenderal CRA serta Noda dan Saito akan menjadi ketua umum bersama.[11]
Anggota CDP Kazuhiro Haraguchi menyatakan bahwa ia tidak akan bergabung ke dalam partai ini dan mengumumkan bahwa ia akan menjadikan gerakan politiknya, Yukoku Rengo menjadi partai politik.[12] Pada 24 Januari, Haraguchi mengumumkan bahwa ia telah membentuk partai dengan ketua umum Genzei Nippon Takashi Kawamura, menyebutnya sebagai Koalisi Genzei Nippon dan Yukoku Rengo.[13] Pada 19 Januari, CRA mengumumkan manifesto mereka. Sebagai kompromi dengan Komeito, CDP meninggalkan pendirian lamanya bahwa Undang-Undang Perdamaian dan Keamanan tidak konstitusional, dan mencabut penentangannya yang tanpa syarat terhadap tenaga nuklir.[14]
Untuk memenuhi status resmi mereka sebagai partai politik, 5 anggota DPR dari CDP dan Komeito termasuk Yamanoi meninggalkan partai dan membentuk fraksi CRA.[15] Kemudian dilaporkan bahwa pergabungan ini akan disusul oleh sisa anggota CDP dan seluruh anggota Komeito.[16] Pada 20 Januari, CDP mengumumkan bahwa 144 dari 148 anggota mereka di DPR akan bergabung ke CRA. 2 anggota akan pensiun sementara 2 anggota lain termasuk Haraguchi tidak akan mengikuti CRA. Anggota lainnya, Otomo Aoyama, akan maju sebagai calon independen. Selain anggota CDP dan Komeito, Yoriko Madoka, anggota dari DPFP juga berencana bergabung ke CRA.[17][18] Anggota DPR Ryo Tagaya (Blok Perwakilan Kanto Selatan) dari Reiwa Shinsengumi dan Kunio Arakaki (Dapil Distrik 2 Okinawa) dari Partai Demokrat Sosial juga bergabung ke CRA.[19]
Secara resmi, partai ini menyelesaikan merger pada 22 Januari dengan musyawarah nasional dimana Noda dan Saito secara resmi menjabat sebagai ketua umum bersama.[20] Partai ini terdiri dari 144 anggota CDP dan 21 anggota Komeito saat berdirinya fraksi baru.[21] Di Dewan Penasihat Jepang, anggota CDP dan Komeito masih beroperasi secara terpisah namun membentuk fraksi koalisi.
Persiapan Pemilu serta Reaksi
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal Shun'ichi Suzuki yang telah bekerja sama dengan Komeito menyatakan karena Komeito sudah bersekutu dengan CDP untuk membentuk CRA, LDP tidak akan menegosiasikan kerja sama antar kedua partai di tingkat lokal.[22]
Menjelang pemilu 2026, CRA mencalonkan sebanyak 236 calon anggota. Calon-calon ini terdiri dari 202 anggota untuk kursi-kursi daerah pemilihan tunggal dan 34 di blok perwakilan.[23] Tetsuo Saito dan beberapa calon dari Komeito menyatakan mundur dari percalonan di daerah pemilihan tunggal dan akan fokus di blok perwakilan.[24] Namun, ada beberapa laporan bahwa masih ada kader dari akar rumput Komeito yang masih bersimpati dengan Partai Demokrat Liberal karena sejarah koalisi mereka, dengan seorang anggota dewan kota Komeito di Fukuoka memberikan dukungan kepada caleg LDP Takeda Ryota. Hal sebaliknya juga dilaporkan bahwa seorang kader LDP akan mendukung partai Komeito di dapil individu jika Komeito mendukung calon sentrisme di blok perwakilan.[25]
Pada 8 Februari 2026 di pemilihan umum jepang 2026, meskipun memiliki ekspektasi besar untuk menjadi oposisi terkuat di Dewan Perwakilan Rakyat Jepang membendungi Koalisi LDP-Ishin, CRA kalah besar dan hanya tersisa 49 kursi, kurang dari sepertiga dari 167 kursi pada saat pendirian koalisi.[26] Diantara mereka yang kehilangan kursinya merupakan banyak veteran partai seperti Ichiro Ozawa, Katsuya Okada, Banri Kaieda serta Yukio Edano serta Sekretaris Jenderal CRA Jun Azumi.[27] Hanya 7 kader termasuk Yoshihiko Noda dan Kenta Izumi dipilih di daerah pemilihan individu.[27] Komeito sendiri selamat dengan 28 kursi di blok perwakilan proporsional.[28]
Menanggapi hasil pemilu tersebut, Noda dan Saito menyatakan bahwa mereka akan mengkaji ulang kebijakan mereka dan CRA akan menentukan arah masa depan partai di beberapa hari yang mendatang.[29] Jun Azumi pada hari yang sama mengundurkan diri sebagai sekretaris jenderal.[29] Ketua umum bersama Yoshihiko Noda dan Tetsuo Saito mengumumkan pengunduran diri mereka pada 9 Februari, dengan Noda sendiri menyesali hasil tersebut sebagai "pukulan pahit yang ekstrim".[30] Noda mengaku bertanggung jawab atas kekalahan besar tersebut dan menyatakan bahwa ia "lebih pantas mati".[31] CRA mengumumkan bahwa pemilihan ketua umum baru akan dilakukan pada 12 Februari 2026.[32]