Alfin meniti riwayat kerjanya sebagai pesepakbola dengan bergabung di SKO Ragunan.
Karier internasional
Tim nasional sepak bola Indonesia U-17
Alfin menjadi bagian tim nasional sepak bola Indoneisa U-17 pada tahun 2019 melalui rekomendasi perekrutan olehBima Sakti selaku pelatih tim nasional sepak bola Indonesia U-17. Sejak bergabung pada tahun 2019, Alfin telah menjadi salah satu pemain inti dalam tim nasional sepak bola Indonesia U-17.[butuh rujukan]
Kejuaraan Remaja U-15 AFF 2019 menjadi ajang pertama bagi kiprah Alfin bersama kesebelasan Indonesia. Pemain berusia belasan tersebut turut berhasil memperoleh juara ketiga bagi negara yang dibelanya setelah memenangkan kesebelasannya ketika adu tendangan penalti melawan kesebelasan Thailand yang menjadi tuan rumah selama ajang tersebut.[butuh rujukan]
Kiprahnya bersama Indonesia di usia muda masih berlanjut di ajang Kualifikasi Kejuaraan Piala Asia U-17 2020, ketika mendapat jatah pengelompokan bersama Tiongkok, Filipina, Brunei Darussalam, dan Kepualauan Mariana Utara di kelompok G dalam ajang tersebut. Melalui ajang tersebut, dia semakin menunjukkan peningkatannya dengan berhasil melesakkan satu sepakannya ke dalam gawang kesebelasan Filipina yang berakhir dengan kemenangan 4-0 pada pertandingan pertama.[1]
Statistik karier
Gol internasional
Per pertandingan yang dimainkan pada 16 September 2019.
Tabel kunci
Menunjukkan gol tercipta dari tendangan penalti
Menunjukkan Indonesia menang dalam pertandingan
Menunjukkan pertandingan berakhir seri
Menunjukkan Indonesia kalah dalam pertandingan
Daftar gol internasional Alfin Lestaluhu untuk tim nasional Indonesia U-16
Alfin berangkat untuk pulang ke Maluku sejak 24 September 2019 usai bertanding menghadapi kesebelasan Tiongkok saat Kualifikasi Piala Asia U-17 2020 dan tiba di Bandar Udara Internasional Pattimura pada hari itu juga.[2] Alfin sempat mengeluh merasa sakit di bagian perut sejak beberapa saat telah berada di bandar udara tersebut. Lantaran mengalami muntah yang menandai kesehatannya mulai memburuk, ia mendapatkan perawatan singkat hingga sempat sembuh dari masalah kesehatan di perutnya. Dua hari kemudian, gempa berkekuatan di atas 6 SR yang mengguncang kota Ambon mengharuskan Alfin bersama keluarganya berpindah ke sebuah kemah pengungsi gempa Ambon di kompleks perkuliahan Balai Perguruan Tinggi Darussalam Ambon. Selama berada di kemah pengungsian, ia kembali tidak enak badan hingga harus diteliti lebih lanjut terkait masalah kesehatannya di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Ishak Umarella. Bahkan, ia harus dilarikan lagi ke Rumah Sakit Tentara Tk. II Prof. Dr. Jonas Andreas Latumeten–dirawat selama sepekan–berhubung tidak pula pulih dari penyakitnya.[3]