Pada permulaan Perang Dunia I, ia memimpin serangan Angkatan Darat Kedua ke Prusia Timur. Ia melaju secara perlahan ke pojok barat daya Prusia Timur dan rencananya pasukannya akan bergabung dengan pasukan Rennenkampf yang melaju dari bagian timur laut. Namun, komunikasi di antara keduanya sulit dilakukan. Kemudian Jenderal Paul von Hindenburg dan Jenderal Erich Ludendorff dari Jerman tiba di Front Timur untuk menggantikan Jenderal Maximilian von Prittwitz dan lalu mulai menghadapi serangan pasukan Samsonov. Pada tanggal 29 Agustus, Jerman berhasil menyadap komunikasi Rusia[2] dan lalu mengepung Angkatan Darat Kedua Samsonov di kawasan hutan di antara Allenstein dan Willenberg. Samsonov mencoba mundur, tetapi pasukannya kini terperangkap dan dikepung oleh pasukan Jerman. Sebagian besar pasukannya tewas, dan hanya 10.000 dari 150.000 pasukannya yang berhasil lolos. Daripada harus melapor kepada Tsar Nikolas II dari Rusia, ia memutuskan untuk bunuh diri pada tanggal 30 Agustus 1914 di dekat Willenberg. Jenazahnya ditemukan oleh tim pencari Jerman dengan luka peluru di kepalanya dan pistol di tangannya.[3][4] Pada tahun 1916, jenazahnya diberikan kepada istrinya lewat Palang Merah Internasional.
Referensi
↑Kowner, Historical Dictionary of the Russo-Japanese War, hlm. 341–42.
↑David Kahn, The Codebreakers – The Story of Secret Writing, 1967, ISBN978-0-684-83130-5, Ch. 16.
↑Alexander Solzhenitsyn, in August 1914 (1971) which traces the course of the battle, also implies suicide.
Connaughton, R.M (1988). The War of the Rising Sun and the Tumbling Bear—A Military History of the Russo-Japanese War 1904–5, London, ISBN0-415-00906-5.
Jukes, Geoffry. The Russo-Japanese War 1904–1905. Osprey Essential Histories. (2002). ISBN978-1-84176-446-7.
Warner, Denis & Peggy. The Tide at Sunrise, A History of the Russo-Japanese War 1904–1905. (1975). ISBN0-7146-5256-3.