Gopay (2017 - 2021)
Di bawah kepemimpinan Aldi, Gopay menghadirkan inovasi QRIS, Gopaylater, Asuransi, Investasi, dan Akuisisi Saham Bank Jago.
Pada tahun 2017, GoJek mengakuisisi tiga perusahaan layanan keuangan dan teknologi yaitu (i) Kartuku, perusahaan pemrosesan pembayaran offline terbesar di Indonesia, (ii) Midtrans, gateway pembayaran online terbesar, dan (iii) Mapan. Setelah akuisisi, Aldi menjadi CEO dari unit bisnis Gopay yang baru dibentuk yang terdiri dari ketiga perusahaan yang diakuisisi.[5]
Hingga tahun 2017, Go-Pay hanya dapat digunakan sebagai pembayaran non-tunai ketika menggunakan layanan Go-Jek, mulai dari pembayaran Go-Ride, Go-Send, dan lainnya. Di 2018, Nadiem Makarim membuat keputusan mengeluarkan Go-Pay dari ekosistem Go-Jek, Go-Pay diharapkan dapat diterima oleh khalayak luas seperti halnya penggunaan uang tunai sebagai alat pembayaran.[6]
Pada bulan Mei 2018, Gopay menjadi uang elektronik pertama di Indonesia yang meluncurkan pembayaran QR code dengan fokus kepada warung makan.[7] Penyebaran QR code sebagai metode pembayaran offline dilanjutkan dengan peluncuran di sarana transportasi publik dan sekolah.[8] [9] Gopay juga bekerja sama dengan lembaga amal Baznas dan berbagai masjud untuk penerimaan zakat secara daring.[10]
Pada bulan September 2018, Gopay-later fitur pembayaran terbaru memungkinkan pengguna untuk berutang dengan limit tertentu. PayLater merupakan produk fintech lending dari Findaya (PT Mapan Global Reksa) yang dikembangkan oleh PT Mapan Global Reksa (Findaya), tergabung sebagai bagian dari Mapan. Mapan sendiri adalah satu dari tiga startup fintech yang diakusisi Go-Jek pada tahun sebelumnya.[11]
Dalam waktu satu tahun setelah QR code di luncurkan, Gopay mencatat transaksi sebesar 89.5 triliun rupiah yaitu tiga puluh persen dari seluruh transaksi uang elektronik yang terdaftar di Bank Indonesia.[12]
Pada periode dua tahun berikutnya Gopay banyak meluncurkan produk pembayaran. Perluasan fungsi GoPay yang digelar pada tahun ini, ada pada produk GoSure sebagai wadah produk perlindungan asuransi, dan GoInvestasi untuk wadah produk instrumen investasi. Fitur GoTagihan pun terus dikembangkan hingga kini dapat digunakan untuk membayar berbagai tagihan seperti pajak, internet, air, listrik, BPJS, pulsa, dan tagihan lainnya. GoPay juga dapat digunakan sebagai opsi pembayaran untuk aplikasi populer di Google Play, Viu, HBO Go, Youtube Premium, YouTube Music dan Spotify. Sementara terkait infrastruktur fisik, GoPay dapat digunakan untuk membayar parkir di lebih dari 60 lokasi parkir di pusat perbelanjaan yang dikelola Secure Parking di seluruh Indonesia.[13]
Pada Go-Pay telah menggelontorkan dana sebezar Rp2,25 triliun untuk memborong 1,95 miliar saham atau 18,02% dari saham yang ditempatkan Bank Jago, sehingga dompet digital milik Go-Jek ini menguasai 2,4 miliar saham atau 22,16% di Bank Jago.[14]