Al-Hakam II mewarisi kekhalifahan setelah kematian ayahnya, Abdurrahman III tahun 961. Ia berdamai dengan kerajaan Kristen di Iberia utara, dan menggunakan stabilitas untuk mengembangkan agrikultur melalui pembangunan irigasi. Perkembangan ekonomi juga dipacu dengan perluasan jalan dan pembangunan pasar.