Surah Al-Falaq (bahasa Arab:سورة الفلقcode: ar is deprecated ) adalah surah ke-113 dalam Al-Qur'an. Nama Al-Falaq diambil dari kata al-Falaq yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya waktu subuh. Surat ini terdiri dari 5 ayat dan tergolong surah Makkiyah.
Inti dari Surah ini adalah perintah agar umat manusia senantiasa memohon perlindungan kepada Allah menghadapi segala keburukan yang tersembunyi.
Keutamaan dua surat perlindungan
Dua surah al-Falaq dan an-Nās disebut al-mu‘awwiżatān (المعوذتانcode: ar is deprecated "dua peminta perlindungan").[1] Disebutkan riwayat dari Aisyah bahwa "Rasulullah–ṣallallāh ‘alaihi wasallam–dulu ketika mengeluh (sakit–ed.) terbiasa membacakan pada dirinya sendiri surat perlindungan dan meniupkannya. Tatkala sakitnya semakin memburuk, aku yang ganti membacakannya kepadanya. Aku mengusap tangannya mengharapkan berkahnya."[2]
Teks
Allah pelindung dari segala kejahatan (1–5)
Surah Al-Falaq
بِسْــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِـــــــــــــــــــــــيمِcode: ar is deprecated
(1)Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِcode: ar is deprecated
(2)dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
مِن شَرِّ مَا خَلَقَcode: ar is deprecated
(3)dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَcode: ar is deprecated
(4)dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِcode: ar is deprecated
(5)dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَcode: ar is deprecated
Kedua-duanya sama-sama mengajarkan kepada manusia, hanya kepada Allah-lah menyerahkan perlindungan diri dari segala kejahatan.
Surat Al Falaq memerintahkan untuk memohon perlindungan dari keburukan yang samar, sedang Surat An Naas memerintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala kejahatan setan dari kaum jin dan manusia.
Pranala luar
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
↑As-Suyuthi, Jalaluddin Abdurrahman Abu Bakar (1974). Muhammad Abul Fadhl Ibrahim (ed.). Al-Itqān fī ‘Ulūm al-Qur’ān[Penguasaan dalam Ilmu-ilmu Quran] (dalam bahasa Arab). Mesir: Al-Haiatul Mishriyyatul 'Ammah lil-Kitab.