Akmal menerima penghargaan National Writer's Award 2021 kategori fiksi dari Perkumpulan Penulis Nasional SATUPENA.[2] Pada 15 Desember 2022, dia menerima Anugerah Sastra Andalas 2022 dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Sumatera Barat, untuk kategori Sastrawan/Budayawan Nasional.[3]
Kehidupan awal
Akmal Nasery Basral merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya Basral Sutan Ma'ruf bin Umar Datuk Batungkek (1941-2005) dari Lubuk Basung, Agam, Sumatera Barat seorang wiraswastawan yang pernah kuliah di FE Universitas Andalas.[4] Ibunya Asmaniar binti Barakan Sutan Rajo Ameh (1941-2004) dari Magek, Kamang Magek, Agam, Sumatera Barat, adalah alumna IKIPPadang (sekarang Universitas Negeri Padang) dan memulai karier sebagai guru SMP sebelum menjadi kepala sekolah SMP PGRI di Jakarta.[5] Mereka menikah pada 2 November 1966.
Akmal lahir di RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat. Tak lama kemudian orang tuanya membeli rumah sederhana di kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Akmal menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja sampai lulus SMA di daerah yang tak jauh dari aliran sungai Ciliwung itu. Di daerah tersebut tinggal juga keluarga Raja Dangdut Rhoma Irama bersama istri pertama (Hj. Veronica Agustina).[6]
Akmal dan adiknya Betrina disekolahkan orang tua mereka di TK 'Aisyiyah dan SD Muhammadiyah VI Pagi, Tebet Timur. Mulai kelas 3 SD, setiap hari dari jam 14-17 keduanya mendalami agama Islam di Madrasah Muhammadiyah. Ini berlangsung sampai lulus SD.[7] Akmal melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 73 Jakarta yang lokasinya juga di Tebet Timur. Titi DJ, Astri Ivo dan Marissa Haque[8] adalah kakak kelasnya yang kemudian berkibar sebagai artis nasional.
Akmal menikah dengan Sylvia Emilia Horo, kolega kerjanya di bagian promosi majalah Gatra pada 9 April 1998. Mereka dikaruniai tiga orang putri yakni Jihan Maghfira Nasery, Aurora Zaslin Elena Nasery dan Maryam Aylatira Nasery. Mereka tinggal di kawasan Cibubur.[9]
Karya
Ke-25 karya Akmal Nasery Basral yang sudah terbit terdiri dari 1 biografi, 1 nonfiksi (tentang orkestra), 2 antologi cerpen, 1 antologi puisi esai, dan 20 novel.
Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006), catatan akhir oleh Prof. Dr. Budi Darma)[15]
Putik Safron di Sayap Izrail (2020, endorsement oleh Prof. Dr. Budi Darma, "Kumpulan cerita pendek ini mengokohkan Akmal Nasery Basral sebagai pengarang yang kuat dengan pemikiran penting dalam sastra kita.")[16]
Antologi Puisi Esai
Taman Iman Taman Peradaban (2021, antologi puisi esai 10 tokoh agama di Indonesia) [17]