Air panas di objek wisata ini adalah manifestasi sistem panas bumi berupa sumber mata air panas. Sistem panas bumi di kawasan ini termasuk dalam sistem panas bumi non vulkanik dan tidak berkaitan secara langsung dengan jalur gunung api. Sumber air panasnya diinterpretasikan berasal dari proses peluruhan radiokatif pada batuan granit dari Kelompok Granit Batanglai/Belawaian yang berumur 95-135 juta tahun yang lalu (Kapur Awal).[1]
Air panas di lokasi ini termasuk dalam tipe jenis air sulfat, yang terbentuk oleh kondensasi gas H2S terhadap air tanah yang di atas muka air tanah, sedangkan gas volatil (H2S) berasal dari larutan fluida panas bumi namun berpisah akibat proses pendidihan dari air klorida dan gas ini bergerak menuju daerah keluaran secara vertikal. Jenis air panas non vulkanik dicirikan dengan temperatur yang sedang-tinggi (40-490) dan pH mendekati netral sebagai hasil dari reaksi air dengan batuan lokal disekitar, dimana panas yang tersimpan di dalam batuan terlewati oleh sumber air yang berasal dari meteorik, sehingga menghasilkan air panas pada permukaan.[1]
Sejarah
Objek wisata ini telah dikelola sejak tahun 1990-an.[2]
Rute
Untuk menuju tempat tersebut dapat ditempuh melalui jalur darat. Jaraknya sekitar 34 km dari pusat Kota Kandangan atau 168 km dari Kota Banjarmasin.[3] Transportasi menuju objek wisata bisa menggunakan mobil pribadi ataupun angkutan pedesaan yanng ada di Kota Kandangan. Tepat di pertigaan Desa Hulu Banyu, belok kiri setelah melalui jembatan ulin. Dari pertigaan tersebut hanya sekitar 750 m, letaknya tepat berada di lembah pegunungan Loksado.[4]
Dari pintu masuk, ada jembatan beton penghubung dari jalan ke lokasi wisata.
Fasilitas
Dalam objek wisata Air Panas Tanuhi ini fasilitasnya cukup lengkap, dari cottage type A dan B, gazebo, aula untuk pertemuaan, kolam renang, kolam berendam, kolam air panas dari panas alam, cafetaria, lapangan tenis dan tempat bermain anak. Serta pemandangannya yang masih alami dikelilingi oleh hutan tropis serta Pegunungan Meratus.[2]