Plot
Pada September 2019, Alma Imhoff, seorang profesor filsafat di Universitas Yale, dan suaminya yang seorang terapis, Frederik Mendelssohn, mengadakan pesta makan malam. Alma baru saja kembali ke posisinya setelah mengambil cuti medis yang panjang; ia sering mengalami serangan rasa sakit dan mengonsumsi obat resep. Hadir dalam acara tersebut adalah Hank Gibson, kolega sekaligus sahabat dekat Alma, serta Maggie Resnick,[7][8], mahasiswa doktoral terbaiknya yang secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai queer. Alma dan Hank sama-sama sedang bersaing untuk mendapatkan jabatan tetap. Maggie menemukan sebuah amplop misterius di lemari kamar mandi yang berisi kenangan lama, lalu menyimpan sebuah kliping koran dari amplop tersebut. Frederik secara pribadi berpendapat kepada Alma bahwa Hank dan Maggie tidaklah begitu istimewa, dan bahwa Alma tertarik pada mereka hanya karena mereka sangat mengaguminya. Hank kemudian mengantar Maggie pulang.
Keesokan harinya, Maggie tidak hadir di kelas Alma. Malam itu, Alma menemukan Maggie di luar rumahnya, dan Maggie mengaku kepada Alma bahwa Hank telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya pada saat mengantarkannya pulang ke rumahnya setelah pesta Alma. Alma mengajak Maggie untuk masuk ke rumahnya, tapi Alma menolaknya lalu pergi. Hank menemui Alma dan berbicara mengenai masalah tersebut, yang membantah tuduhan tersebut dengan menekankan bahwa Maggie sendiri yang mengundangnya masuk ke rumahnya untuk minum setelah mereka meninggalkan pesta makan malam Alma. Ia juga bercerita mengenai Maggie yang menjiplak disertasinya.
Maggie dan Hank secara terpisah meminta dukungan Alma. Maggie berbicara dengan Maggie yang berencana untuk melakukan tuntutan hukum pada Hank, sementara Alma menyampaikan bahwa ia telah berbicara kepada dekan mengenai apa yang dia tahu. Alma kembali ke rumah dan menyadari bahwa kliping koran telah hilang dari amplop yang ada di lemarinya, sehingga ia membakar sebagian besar isi amplop tersebut. Keesokan harinya, Hank dipecat dan dengan marah masuk ke kelas Alma, menuduhnya tidak membela dirinya demi melindungi kariernya sendiri. Hank keluar dengan emosi, sementara Maggie berjalan keluar. Alma mengikuti Maggie dan menghiburnya, lalu mengundangnya makan malam di rumahnya malam itu. Maggie juga menyebutkan kepada Alma bahwa seorang reporter mendekatinya untuk membicarakan tuduhan tersebut, di mana Alma tidak setuju. Hari berikutnya, Alma pergi minum bersama seorang koleganya, Dr. Kim Sayers, psikiater universitas, yang mempercayai Maggie sekaligus menyuarakan ketidaksukaannya terhadap cara generasi mahasiswa menangani masalah mereka.
Maggie mengumumkan tuduhannya secara terbuka di Yale Daily News. Ia juga menerjemahkan potongan koran berbahasa Jerman yang diambilnya dari amplop milik Alma, yang mengungkap bahwa saat remaja, Alma pernah menuduh teman ayahnya, Matthias Wolff, telah memperkosanya, namun kemudian ia mencabut kembali tuduhan tersebut. Maggie menemui Alma dan menunjukkan potongan koran yang diambilnya, serta mengaku bahwa dia telah memberi tahu Dr. Kim mengenai hal tersebut. Alma, marah karena Maggie telah melanggar privasinya, menyuruhnya pergi dan meninggalkannya sendiri.
Alma kemudian ketahuan oleh pihak universitas telah memalsukan resep atas nama Dr. Kim, dan pertimbangan masa jabatannya ditangguhkan tanpa batas waktu. Setelah itu, Alma menemui Maggie di kampus dan melontarkan plagiarisme yang dilakukannya, mengkritik etos kerjanya, mengkritik cara berpakaian Maggie yang meniru dirinya, dan mengatakan kepada Maggie mengenai hidupnya yang penuh kebohongan karena memanfaatkan privilese kebetulannya, menjalin hubungan dengan pasangannya yang non-biner (Alex), serta menjadi seorang penjilat untuk menaikkan kreditibilitas dirinya. Alma juga menyindir bahwa tidak ada yang mempercayai tuduhan Maggie terhadap Hank, yang membuat Maggie menamparnya.
Alma kemudian mengasingkan diri ke apartemennya di tepi dermaga dan menemukan Hank sedang tidur di sana. Keduanya, yang sama-sama terluka akibat peristiwa terakhir, mulai saling berbincang-bincang. Hank mengakui bahwa ia pernah menggoda para mahasiswa, tetapi tetap menyangkal bahwa ia memperkosa Maggie, atau pernah berhubungan seks dengan mahasiswa, dengan mengatakan bahwa satu-satunya batas profesional yang pernah ia langgar adalah hubungan masa lalunya dengan Alma. Mereka berciuman, yang kemudian coba Hank lanjutkan menjadi hubungan seksual, meskipun Alma berulang kali mengatakan tidak, hingga akhirnya ia mendorong dan mengusirnya keluar dari apartemen.
Keesokan harinya Alma kembali ke kampus, tanpa menyadari bahwa Rolling Stone telah menerbitkan sebuah artikel di mana Maggie dengan keras mengkritik cara Alma dan Yale menangani keberanian Maggie untuk mengungkap kasusnya ke publik. Alma kemudian dihadapkan pada Alex dan sekelompok mahasiswa demonstran lainnya, lalu ia ambruk karena tukak lambungnya mengalami perforasi. Di rumah sakit, Alma menceritakan kepada Frederik kebenaran tentang pelecehan seksual yang dialaminya saat remaja, yang sebelumnya hanya diketahui sedikit oleh Frederik. Pada usia 15 tahun, Alma mengaku bahwa hubungan seksual dengan Wolff didasari oleh rasa cinta tanpa adanya pemaksaan, dan ketika Wolff mengakhiri hubungan itu setelah bertemu perempuan lain seusianya, Alma mengarang sebuah cerita pemerkosaan yang kemudian ia cabut kembali, tetapi tuduhan itu membuat Wolff bunuh diri tiga tahun kemudian. Frederik menekankan bahwa sekalipun Alma merasa bersalah, apa yang terjadi tetaplah merupakan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur (statutory rape).
Dalam epilog yang berlatar Januari 2025, Alma kini menjadi seorang dekan, setelah memulihkan kariernya dengan menerbitkan sebuah artikel tentang pengalamannya mengalami statutory rape saat remaja. Ia bertemu Maggie di sebuah kedai makan—pertemuan pertama mereka sejak peristiwa sebelumnya. Mereka membicarakan perjalanan hidup masing-masing, di mana Maggie kini telah bertunangan, sementara Alma mengatakan bahwa dirinya masih bersama Frederik, dan bercerita bahwa Hank kini bekerja sebagai konsultan politik untuk Partai Demokrat dan menghasilkan banyak uang. Maggie mengaku bahwa dirinya menjadi lebih hidup setelah semua kejadian yang menimpanya dan bertanya apakah Alma benar-benar bahagia, di mana Alma menjawab bahwa ia bahagia. Maggie turut bahagia dan mengucapkan selamat padanya. Alma membayar dan pergi, di mana kemudian Luca Guadagnino berteriak “cut!” dari luar layar.